Ditjen Dikti Gerakkan Dosen dan Mahasiswa Jadi Relawan Penanganan Covid-19

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) berkomitmen untuk mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam upaya gotong-royong menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Khususnya penyediaan layanan kesehatan dan SDM pendukung untuk penanganan Covid-19.

“Kemendikbudristek menggerakkan dosen dan mahasiswa sebagai relawan untuk membantu penanganan penyebaran Covid-19 sedari awal pandemi,” jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Dikti Nizam, Minggu (18/7).

Dirjen Dikti menyatakan keterlibatan para relawan adalah bagian dari upaya gotong royong dan gerakan masyarakat secara sukarela untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mereka pun tidak langsung akan menangani pasien Covid-19.

“Para relawan tidak serta merta langsung menangani pasien, melainkan akan membantu program-program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat, dan menyiapkan diri sebagai tenaga bantuan dalam kondisi darurat sesuai kompetensi dan kewenangannya,” jelasnya.

Dia menuturkan, sejak Maret 2020, pelibatan lebih dari 10.000 mahasiswa kesehatan dalam penanganan Covid-19 di tingkat nasional telah digerakkan melalui Program Relawan Covid-19 Nasional (RECON) bersama stakeholder yang lain. Kerjasama ini memberikan tele-KIE dan pendampingan kepada masyarakat yang didampingi para dosen/case manager.

Dirjen Pendidikan Tinggi mengatakan bahwa Kemendikbudristek sangat berhati-hati dalam menggerakkan mahasiswa. Izin dari orang tua juga menjadi pertimbangan Kemendikbudristek untuk menggerakkan relawan mahasiswa dalam membantu penanganan Covid-19.

“Sangat tidak bertanggung jawab menerjunkan seorang yang belum kompeten untuk menangani pasien, selain melanggar Undang-Undang, juga membahayakan diri dan masyarakat atau pasien,” tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini Kemendikbudristek memfasilitasi lebih dari 25 Fakultas Kedokteran (FK) dan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) untuk menjadi RS rujukan dan laboratorium uji Covid-19. Fasilitasi ini dilakukan melalui hibah lebih dari 20 paket pengadaan alat pelindung diri (APD), alat tes polymerase chain reaction (PCR), alat deteksi Covid-19 lainnya kepada FK dan RSPTN. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan