Karutan Depok Ditangkap Narkoba, Ditjen PAS Kemenkumham: Ini Bagian dari Bersih-bersih Lapas dari Narkoba

Minggu, 18 Juli 2021 19:13

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, DEPOK — Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok berinisial A dikabarkan ditangkap aparat kepolisian, lantaran diduga menyalahgunakan narkoban jenis sabu. Hal ini lantas dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Rika Aprianti.

“Betul info yang dimaksud bahwa yang bersangkutan sudah berada di kepolisian terkait dengan narkoba,” kata Rika dikonfirmasi, Minggu (18/7).

Rika menyampaikan, penangkapan terhadap Karutan Kelas I Depok tersebut sebagai upaya bersih-bersih pada lingkungan pemasyarakatan dari narkoba.

“Ini bagian dari bersih-bersih lapas dari narkoba, seperti yang disampaikan pimpinan, bahwa gerakan ini dimulai dari pimpinan tertinggi hingga jajaran pelaksana di bawah berkomitmen penuh perang melawan narkoba,” tegas Rika.

Artinya, kata Rika, siapa pun yang terlibat, baik pemakaian maupun peredaran narkoba, baik itu warga binaan ataupun oknum petugas akan dikenai sanksi atau ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.

Rika juga memastikan, pihaknya sudah menunjukkan komitmen perang terhadap narkoba. Terlebih sejak 2020, terhitung sudah hampir 300 penggagalan upaya masuknya narkoba dengan berbagai macam modus.

“Mungkin teman-teman sudah tahu, mulai masuk ke dalam sabun, salak, buah-buahan, makanan dan lain-lain,” ungkap Rika.

Langkah tegas Ditjen PAS juga dilalukan dengan memindahkan hampir dari 300 bandar narkoba ke Lapas supermaksimum sekuriti di Nusakambangan. Karena hal ini, sebagai upaya bersih-bersih Ditjen PAS dari peredaran narkoba.

“Artinya ini sekali lagi bagian dari bersih-bersih pemasyarakatan dari peredaran narkoba, komitmen penuh pimpinan hingga jajaran pelaksanaan dibawahnya. Bahwa kita perang melawan narkoba dan siapapun yang terlibat dalam peredaran narkoba maka akan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tandas Rika. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
6
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar