118 Dokter Meninggal karena Terpapar Covid-19

Senin, 19 Juli 2021 13:38

TUGAS MULAI: Sejumlah tenaga kesehatan menangani Covid-19 yang baru tiba di IGD RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, kemarin (1...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kemarin (18/7) memberikan evaluasi penanganan Covid-19 di Indonesia.

Isolasi mandiri (isoman) menjadi perhatian karena banyaknya kasus meninggal di luar rumah sakit (RS). Selain itu, vaksinasi Covid-19 menjadi sorotan lantaran kasus konfirmasi dan kematian makin tinggi, padahal jumlah yang divaksin makin banyak.

Dewan Penasihat Tim Mitigasi IDI Prof dr Menaldi Rasmin SpP menyatakan, isolasi harus disarankan dokter. Dia prihatin karena banyak pasien dengan kondisi yang buruk datang ke RS setelah isolasi mandiri. Bahkan, ada pula yang diantar keluarganya dan meninggal dalam perjalanan atau begitu tiba di RS. Menurut dia, pasien Covid-19 sebaiknya datang ke poli Covid-19 pada pagi hari. Lalu, dokter di poli tersebut akan melakukan penilaian apakah pasien perlu dirawat di RS atau cukup isoman.

Ketua Tim Mitigasi IDI dr Adib Khumaidi SpOT mengatakan, kondisi sekarang merupakan dampak dari tidak terkendalinya Covid-19. Sehingga menyebabkan keterpaparan tenaga kesehatan (nakes) cukup tinggi. Sejak 1 hingga 17 Juli, ada 118 dokter yang meninggal. ”Hal itu membuat kapasitas pelayanan untuk pasien Covid-19 juga turun,” ujar dia.

Seharusnya, jelas Adib, ada pemetaan RS, nakes, dan layanan kesehatan. Selain itu, sejalan dengan pernyataan Menaldi, isolasi harus dilakukan dengan pantauan nakes. ”Masyarakat harus diberi pemahaman kapan bisa isolasi mandiri dan kapan ke rumah sakit,” tuturnya.

Bagikan berita ini:
1
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar