Buzzer Anggap Korban Covid-19 Hanya Statistik, Politikus Demokrat: Jangan Sakiti Hati Rakyat

Senin, 19 Juli 2021 09:58

Andi Arief

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyoroti penggunaan data korban Covid-19 di Indonesia.

Terlebih setelah adanya dugaan perbedaan data korban meninggal dunia karena Covid-19 antara pemerintah pusat dan daerah.

Hal itu dilaporkan oleh LaporCovid-19, di mana hingga 16 Juli data seluruh kabupaten/kota tercatat 90.144 korban jiwa. Sementara data Kementerian Kesehatan hanya mencatat 71.397 korban.

Ketua Bappilu DPP Partai Demorkat menyebutkan keluarga korban Covid-19 juga marah setelah buzzer pendukung rezim Jokowi hanya menganggap data korban Covid-19 sebagai angka statistik belaka.

“Saya sudah menyarankan via zoom agar deklarasi persatuan keluarga korban Covid 19 (PKK Covid 19) ditunda sampai keadaan reda. Mereka tersulut kemarahan akibat penanganan pemerintah yang buruk dan ulah Buzzer serta pendukung yang menganggap korban hanya statistik,” kata Andi Arief dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Senin (19/7/2021).

Anak buah AHY itu meminta, pemerintah dan buzzer tidak membuat pernyataan dan kebijakan yang justru menyakiti hati rakyat.

“Jangan menyakiti hati rakyat, apalagi bermain-main dengan nyawa. Setiap kematian pasti meninggalkan duka keluarga tercintanya. Jika tidak bisa membantu kedukaan, jangan mengolok-olok dan mempermainkan arti sebuah nyawa,” pintanya.

Terakhir, Andi Arief mengungkap soal pernyataan sesumbar dari Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Dosen UI Ade Armando.

Bagikan berita ini:
10
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar