Malaysia Sudah 2 Bulan Lockdown, Angka Covid-19 Tetap Tinggi

Senin, 19 Juli 2021 21:40

ILUSTRASI: Vaksin di Malaysia (Reuters)

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR — Pandemi Covid-19 yang melanda dunia masih belum mereda, Indonesia saja saat ini tengah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 3-20 Juli 2021. Selain itu, Malaysia pun sejak 12 Mei lalu sampai sekarang masih menerapkan kebijakan lockdown di sejumlah negara bagian.

Namun setelah 2 bulan lockdown tersebut, bagaimana kondisi terkini di Malaysia?

Kepada JawaPos.com, Uyat, 38 yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Johor Bahru, Johor, Malaysia mengatakan bahwa saat ini meskipun lockdown, angka kasus baru tetap meningkat, pada 18 Juli mencapai 10.710 kasus positif. Adapun total kasusnya sudah mencapai 916.561 pasien positif.

“Sudah 2 bulan lockdown, sekarang aja sudah 10 ribu kasus Covid, saya nggak tau kenapa bisa meningkat angkanya, saya juga bingung,” terang dia, Senin (19/7).

Meskipun begitu, ia mangakui bahwa pemerintah Malaysia sangat bagus dalam pengelolaan bantuan sosial kepada masyarakat.

“(Bantuan) langsung masuk dalam rekening setiap warganya. Nggak ada yang tercicir karena sistem bantuan langsung masuk dalam rekening,” jelasnya.

Bantuan juga diberikan oleh organisasi swasta dan para dermawan melalui sumbangan secara langsung atau ke masjid. Setelahnya, pengurus masjid akan menyalurkanya ke jamaah atau setiap rumah didatangi dikasih sembako.

“Kalau makanan yang berupa nasi lauk (dari pemerintah). Mereka ada yang disediakan di masjid-masjid tepi jalan. Sembako ada yang diantar langsung kerumah atau di kasih di jalan-jalan yang orang lewatin,” kata dia.

Bagikan berita ini:
5
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar