Malaysia Sudah 2 Bulan Lockdown, Angka Covid-19 Tetap Tinggi

  • Bagikan

Di Malaysia, semua orang wajib memiliki aplikasi MySejahtera, platform ini digunakan untuk memonitor pergerakan masyarakat. Aplikasi ini berguna sebagai salah satu syarat untuk bepergian.

“Tidak boleh lebih dari 10 km, mau kemana-mana pun wajib punya aplikasi ini, kalau dicek sama petugas kita bepergian lebih dari 10 km, kita disuruh putar balik. Ini juga syarat untuk mau kemana-mana, sekarang kan lagi lockdown jadi nggak boleh jauh-jauh,” tutur dia.

Adapun terkait dengan kepatuhan protokol kesehatan di Malaysia juga begitu ketat, yakni wajib face mask, menjaga jarak 1 meter. Apabila kedapatan melanggar, maka orang tersebut akan dikenakan denda 2 ribu ringgit atau sekitar Rp 6,8 juta (kurs Rp 3.400).

“Denda 2 ribu ringgit untuk orang yang tak patuhi protokol kesehatan. Dan untuk perusahaan yang tak patuhi protokol 10 ribu,” ungkap wanita asal Lombok, NTB ini.

Adapun, untuk layanan yang diperbolehkan untuk beroperasi adalah fasilitas yang tidak bisa dilakukan secara online, contohnya adalah SPBU. Untuk layanan umum yang bisa dilakukan secara online, seperti mall, tempat makan dan layanan umum yang dikelola pemerintah sebagian ditutup.

“Itu tidak boleh ada yang buka, semua serba online, mal juga sediakan pemesanan online dan nanti itu diantar sama kurir. Untuk beli makanan juga begitu, saya pakai Grab untuk pesan makan kalau tidak masak,” tandasnya. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan