Pernyataan Eks Sekretaris Satpol PP Gowa Ngaku Dilempari Botol, Korban: Jangan Putar Balikkan Fakta!

Senin, 19 Juli 2021 14:04

Korban Riyana (di kasur) saat dimintai keterangan oleh penyidik di rumah sakit

FAJAR.CO.ID, GOWA – Mardani Hamdan yang juga eks Sekretaris Satpol PP resmi ditahan di Mapolres Gowa sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Ivan dan istrinya, Riyana saat giat operasi PPKM di Panciro, Kabupaten Gowa, 14 Juli 2021 lalu.

Kuasa hukum tersangka mengklaim, bahwa sebelum kliennya itu menganiaya korban, Mardani mengaku lebih dulu mendapat serangan dari belakang

Namun pernyataan itu dianggap tidak benar. Pihak korban meminta kepada kuasa hukum tersangka untuk tidak memutarbalikkan fakta, yang tidak sesuai dengan CCTV.

“Bahwa kami cukup tahu bahwa ini tak mungkin ada pelemparan oleh klien kami. Jangan memutar balikkan fakta. Akui saja dan minta maaf. Tidak ada pelemparan itu,” kata kuasa hukum korban, Ari Dumais, Senin (19/7/2021).

Sebelumnya, Mardani yang saat ini berstatus tersangka mengaku murka karena ia merasa diserang duluan, saat meminta izin operasional kafe milik pasutri tersebut.

“Saat klien kami dekati korban (Riyana), katanya ada yang lempari botol dari belakang dan kena lehernya,” kata kuasa hukum tersangka, M Syafril Hamzah.

Sementara di rekaman CCTV, tidak disebutkan ada pelemparan botol. Mardani masuk ke kafe milik korban untuk meminta izin operasional kafe itu.

Mardani pun mendekati korban Riyana yang mengaku hamil sambil meminta izin yang ia minta. Ivan mengingatkan Mardani agar tidak kasar kepada istrinya.

Bagikan berita ini:
9
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar