Polisi Buru Pembuat dan Penjual Sertifikat Vaksin serta Hasil Tes PCR Palsu

Senin, 19 Juli 2021 19:10

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto/ilustrasi: arsip JPNN.COM/Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Polisi telah menangkap RAR dan TM pembuat dan penjual sertifikat vaksin serta hasil tes PCR palsu. Kini polisi tengah memburu para pemesan dokumen-dokumen palsu tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memastikan akan mencari dan memburu masyarakat yang memesan surat keterangan vakin, tes usap antigen, dan tes usap “PCR” palsu. Para pemesan dokumen-dokumen palsu tersebut akan dipidanakan.

“Kepada orang-orang yang memesan kami akan lacak semuanya karena dia bisa dipersangkakan di sini,” tegas Yusri, Senin (19/7).

Ditegaskannya, pihak yang memesan surat palsu ini bisa dipidanakan dengan pasal tentang pemalsuan data otentik.

“Dalam KUHP juga ada Pasal 264 tentang pemalsuan data otentik, ini bisa kita jerat,” terangnya.

Sejauh ini, surat keterangan vaksin, PCR dan tes usap antigen palsu ini biasa dibeli oleh para karyawan untuk syarat perjalanan kerja.

Bahkan, tak jarang karyawan minta surat keterangan positif COVID-19 agar bisa isolasi mandiri dan tidak bekerja.

“Bahkan kemarin ada yang minta bukan negatif, tapi positif untuk kantornya. Alasan untuk tidak masuk kantor,” katanya.

Dia pun berharap warga tidak melakukan hal tersebut. Sebab berpotensi memperluas penyebaran virus sehingga membahayakan orang lain. (fin)

Bagikan berita ini:
4
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar