Fakta Baru Pencopotan Mardani Hamdan dari Jabatan Sekretaris Satpol PP

Selasa, 20 Juli 2021 20:19

Tersangka Mardani Hamdan (kemeja biru dan pakai kopiah hitam) saat tiba di Mapolres Gowa.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pencopotan jabatan dari Sekretaris Satpol PP, Mardani Hamdan atas kasus penganiayaan yang ia lakukan saat operasi PPKM, ternyata bukan hanya keputusan dari Bupati Gowa.

Fakta terbaru. Ternyata keputusan tegas itu merupakan perintah langsung dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kepada Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan melalui sambungan telepon.

“Seperti yang di Gowa. Saya juga sudah telepon Bupati Gowa, Adnan Yasin Limpo untuk langsung dicopot dan lain-lain,” kata Tito dalam video conference, yang di-publish di Youtube milik FMB9ID_IKP yang dilihat hari ini.

Menurut Tito, sebagai aparat penegak hukum, semestinya melakukan operasi PPKM dengan cara tegas namun humanis. Sehingga tidak sampai menyakiti masyarakat.

“PPKM ini harus dilakukan secara humanis, santun, lalu manusiawi. Tidak berlebihan namun tetap tegas. Di tengah masyarakat dengan kultur yang berbeda. Perlu ada langkah tegas namun manusiawi,” tambah Tito.

Selain itu, lanjut mantan Kapolri ini, bahwa pembatasan ini memang tidak enak. Apalagi bagi masyarakat kecil. Imbasnya, pendapatan ekonomi mereka menurun.

“PPKM itu juga pasti tidak mengenakkan karena mengurangi freedom. Tapi ini harus dilakukan untuk keselamatan rakyat yang utama. Namanya juga pembatasan, pasti tidak enak,” terang jenderal polisi empat bintang ini.

Diketahui, Mardani Hamdan saat ini resmi jadi tersangka dan ditahan di Mapolres Gowa atas tindak pidana penganiayaan yang ia lakukan, kepada Ivan dan istrinya, Riyana saat operasi PPKM pada 14 Juli 2021 lalu.

Bagikan berita ini:
9
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar