Hari Terakhir, Perlukah PPKM Darurat Dilanjutkan?

Selasa, 20 Juli 2021 18:42

Polda Jawa Timur mengoptimalkan PPKM Mikro untuk penanggulangan Covid-19. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Sampai saat ini, rakyat masih menunggu hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah. Evaluasi objektif harus dilakukan untuk menentukan tingkat keberhasilan PPKM darurat. Kelanjutannya tentu harus didasarkan hasil evaluasi tersebut.

Bahkan, di tengah masyarakat, muncul dua pandangan. Ada yang mengatakan tidak perlu diperpanjang. Selain karena tidak efektif, PPKM darurat dinilai juga sangat mengganggu kehidupan ekonomi masyarakat. Apalagi, bansos yang diharapkan masyarakat tidak semuanya diterima. Kalaupun ada yang menerima, nilainya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kedua, ada masyarakat yang menilai bahwa PPKM darurat berhasil. Menurut mereka, jika tidak ada PPKM darurat, bisa jadi orang yang terpapar akan semakin banyak. Karena itu, PPKM darurat perlu dilanjutkan dengan catatan jaminan sosial yang cukup dan memadai.

“Mana yang mau diikuti pemerintah? Sampai sekarang belum jelas. Padahal, ini adalah hari terakhir pemberlakuan ppkm darurat. Semua masih menunggu,” kata anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Selasa (20/7/2021)

Di tengah meningkatnya ekskalasi orang yang terpapar, tidak mudah bagi pemerintah mengambil kebijakan. Dilanjutkan atau tidak, keduanya sama-sama memiliki konsekuensi. Apalagi, pemerintah selalu mencoba mengambil kebijakan yang bisa memoderasi antara kepentingan menjaga kesehatan dan pemulihan ekonomi.

“Kelihatannya, pemerintah mau menurunkan penyebaran virus covid. Tetapi pada sisi lain, pemerintah tidak mau kalau roda perekonomian terganggu. Akibatnya, kebijakan yang diambil selalu setengah-setengah. Hasilnya, ya setengah-setengah juga. Covid-nya tetap ada, ya ekonominya juga belum stabil,” urai Ketua Fraksi PAN ini kepada fajar.co.id.

Bagikan berita ini:
8
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar