Rocky Gerung: Jokowi Bukan Leader, Dia Dealer

  • Bagikan
Rocky Gerung dan Jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Akademisi Rocky Gerung blak-blakan melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan penanganan covid-19 di Tanah Air.

Rocky Gerung mengungkapkan kritikannya dalam diskusi Indonesia Leaders Talk yang tayang di saluran YouTube milik Mardani Ali Sera dikutip GenPI.co, Senin (19/7).

Menurut Pengamat Politik itu, bahwa kegagalan penanganan covid-19 di Indonesia berawal dari arogansi yang menganggap bahwa pandemi bisa diselesaikan secara birokratis.

"Tapi karena ada arogansi, nggak mau pake otak menganggap bahwa bisa diselesaikan secara birokratis juncto oligarkis. Maka kita temui ke arah yang sekarang gitu," jelas Rocky Gerung.

Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini menilai, bahwa pemimpin itu perlu dengan pikiran bukan dengan kekuasaan, apalagi kekuasaan yang marah-marah.

"Jadi terlihat bahwa pemimpin itu dengan pikiran, bukan dengan kekuasaan apalagi kekuasaan yang marah-marah," ungkapnya.

Rocky Gerung mengungkapkan, Indonesia tidak mungkin memperoleh sebuah kebijaksanaan (wisdom) untuk menyelesaikan permasalahan selama oligarki masih yang menentukan.

"Indonesia tidak mungkin mendapatkan semacam wisdom selama oligarki itu yang menentukan decision making," jelas Rocky Gerung.

Akademisi itu menilai bahwa Indonesia saat ini terjebak, sehingga tidak tahu akan mengambil anggaran dari mana untuk penuntasan masalah kesehatan.

Padahal kata dia, Presiden Jokowi diberi mandat yang memungkinkannya untuk membatalkan semua kebijakan.

"Tapi karena dia bukan leader dia adalah dealer, maka dia tidak mampu untuk mengambil keputusan," bebernya.

Rocky Gerung pun mengungkit 'kekacauan' yang diduga terjadi dalam kabinet Presiden Jokowi.

Rocky Gerung mencontohkan soal pernyataan Menko PMK soal perpanjangan PPKM yang kemudian dibantah oleh pihak KSP.

"Bayangkan Menko ngomong, dibatalkan oleh Jubir KSP, apa nggak kacau negeri ini," kata dia.

Rocky Gerung juga membeber soal kematian akibat covid-19 yang akhir-akhir ini kerap terjadi bahkan memenuhi ruang-ruang media sosial.

"Jadi kalau setiap kali ada kematian dan setiap kali kita buka WA Grup itu pasti yang muncul pertama adalah Innalillahi wa innailaihi roji'un. Sesuatu yang memang itu adalah nasib manusia ditentukan di langit, tapi kebijakan negara ini yang memperburuk nasib kita, kan ini soalnya," ujar Rocky Gerung.(genpi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan