Sebut Tindakan Ade Armando Ketololan, Prof Sulfikar: Menyepelekan Nilai Nyawa Manusia

Selasa, 20 Juli 2021 06:29

Ade Armando

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Guru Besar Bidang Sosiologi Bencana dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura Profesor Sulfikar Amir mendadak merespons cuitan Ade Armando di Twitter.

Menurut pakar sosiologi bencana itu, Ade Armando membandingkan jumlah kematian akibat corona di Indonesia dengan Inggris membutuhkan kehati-hatian.

“Membandingkan angka kematian membutuhkan kehati-hatian agar kita paham validitas angka-angka itu dan faktor-faktor pembedanya,” jelas Sulfikar Amir lewat akunnya, @sociotalker, Senin (19/7).

Dalam unggahannya, Sulfikar Amir mengkritik keras cara Ade Armando membandingkan angka kematian akibat corona di Inggris dan Indonesia lewat unggah template Facebook seperti meme.

Pasalnya, cara tersebut dinilai menyepelekan nyawa manusia.

“Tetapi membandingkan angka kematian lewat sebuah meme bukan hanya ketololan, tapi satu niat jahat untuk menyepelekan nilai dari setiap nyawa manusia yang hilang,” jelas Sulfikar Amir.

Sulfikar Amir mengungkapkan, bahwa para ilmuwan harus berhati-hati dalam membandingkan data kematian. Bahkan, harus ada catatan kritis soal sensitivitasnya.

“Dalam ilmu bencana, mortalitas dan morbiditas adalah indikator untuk mengukur keparahan suatu bencana. Tetapi para ilmuwan juga beri catatan kritis bahwa angka-angka ini sangat sensitif, politis, dan tidak serta-merta mewakili realitas yang kompleks. Karena itu, butuh wisdom untuk memaparkannya,” bebernya.

Menurut Sulfikar Amir, membaca data kematian adalah membaca luka. Oleh karena itu, tidak perlu ada perasaan bangga atau menganggapnya sebagai prestasi.

Bagikan berita ini:
2
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar