Astaga! Bek Inggris Ternyata Main di Final Piala Eropa dengan Tulang Rusuk Patah

  • Bagikan
Selebrasi gol Luke Shaw di depan fans Italia. (Foto: Getty Images via BBC Live)

FAJAR.CO.ID, LONDON—Laporan mengejutkan muncul sepekan setelah Piala Eropa 2020 berakhir. Bek Inggris, Luke Shaw yang tampil luar biasa sepanjang turnamen ternyata memainkan tiga pertandingan terakhir Euro 2020 dengan tulang rusuk yang patah.

Shaw mengalami pukulan di tulang rusuknya melawan Jerman di pertandingan babak 16 besar. Akibatnya, ia harus menahan rasa sakit menghadapi Ukraina (babak delapan besar), Denmark (semifinal), dan Italia (final).

Menurut laporan Telegraph, Manchester United sekarang akan menunggu untuk menilai kondisi bek kiri mereka. Namun, laporan ini sudah pasti akan membuat Setan Merah cemas mengingat bagaimana performa sang pemain belakangan ini.

Di Piala Eropa lalu, produk akademi Southampton itu tampil gemilang sepanjang turnamen. Ia mencatatkan tiga assist dalam enam pertandingan. Tiga assistnya ia berikan ke rekannya melawan Ukraina (2 assist) dan satu melawan Jerman.

Jumlah assist Luke hanya bisa kalah dari pemain Swiss Steven Zuber (empat). Selain itu, ia mencetak satu gol di laga final. Itu adalah gol final pertama Inggris sekaligus yang tercepat yang dicetak di final sejak 1964 di mana Luke Shaw menciptakannya di menit pertama.

Pemain berusia 26 tahun menciptakan 10 peluang untuk Inggris. Jumlah itu hanya kalah dari pemain Spanyol Jordi Alba. Sepanjang turnamen, bek sayap kiri Barcelona itu menciptakan 12 peluang bagi negaranya yang terhenti di semifinal.

DI klubnya musim lalu, Shaw juga tampil luar biasa. Ia total menciptakan 72 peluang. Hanya Bruno Fernandes yang mampu mengalahkan catatannya. Playmaker Portugal itu menurut laporan Omnisport yang dikutip dari theworldgame.sbs.com.au total mengkreasi 95 peluang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan