Demi Rangkap Jabatan Aturan Diubah, Pengamat: Ada Utang Apa Jokowi ke Rektor UI?

Rabu, 21 Juli 2021 15:43

Rektor UI, Ari Kuncoro

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo memberikan izin Rektor Universitas Indonesia (UI) rangkap jabatan.

Itu setelah statuta UI sudah direvisi lewat Peraturan Pemerintah (PP) yang baru dan ditandatangani Jokowi.

Dalam PP No. 75/2021 tentang Statuta UI membolehkan Rektor UI merangkap jabatan, rektor hanya dilarang merangkap jabatan menjadi direksi BUMN/BUMD/Swasta.

Menyikapi hal tersebut, analis komunikasi politik, Hendri Satrio mempertanyakan sikap Presiden Jokowi yang mengesahkan aturan baru tersebut.

“Ada utang budi apa pemerintah dengan Rektor UI? Kan itu yang akhirnya mesti jadi pertanyaaan ya. Ampun, ampun, ampun,” kata Hensat sapaan akrab pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu dikutip dari RMOL, Selasa (20/7).

Hensat menambahkan bahwa dengan adanya aturan tersebut maka kritik mahasiswa perihal rektor rangkap jabatan pada akhirnya dibenarkan oleh pemerintah.

“Itukan pemerintah jadinya cuman membenarkan apa yang disampaikan adek-adek mahasiswa itu,” katanya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya mencari tokoh lain yang dinilai mumpuni menjadi komisaris BUMN, bukan memaksakan sesorang yang sudah memiliki tanggung jawab besar seperti rektor.

“Ya, buat apa sih? Kayak kehabisan orang pintar saja di Indonesia ini, harus rangkap-rangkap jabatan. Apalagi komisaris, banyak sekali ekonom yang andal, yang bisa membesarkan bank itu, gitu lho,” ucap Hensat.

Beberapa waktu yang lalu, muncul sorotan terhadap Rektor UI, Ari Kuncoro yang merangkap jabatan sebagai Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Rangkap jabatan itu dinilai melanggar statuta.

Bagikan berita ini:
10
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar