Kedepankan Social Value, Beasiswa BRI Wujudkan Mimpi Anak Petani

  • Bagikan

Untuk mendapatkan beasiswa dari BRI, Bazyl harus melalui berbagai tahap seleksi. Dengan kebulatan tekad dia akhirnya resmi mendapatkan beasiswa pada 2015 hingga lulus kuliah. Bazyl sangat bersyukur, BRI menanggung seluruh biaya kuliah sejak masuk UGM.

“Semua biaya kuliah di cover oleh BRI mulai dari biaya UKT, uang skripsi termasuk laptop. Saya akhirnya daftar, lalu saya di-interview oleh pihak BRI, Alhamdulillah lulus. Uang kuliah semester satu juga diganti oleh BRI jadi full dari semester satu akhir dibiayai oleh BRI,” ungkapnya.

Tak hanya itu, BRI juga memberikan Bazyl uang saku yang nominalnya lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan hidup selama kuliah di Yogyakarta. Uang saku dipakai demi memenuhi kebutuhan makanan, membeli buku dan lainnya.

Dalam pencairan dana beasiswa, Bazyl mengaku tidak kesulitan. Setiap bulan uang saku dikirim tepat waktu. Melalui program beasiswa itu pun, dia mendapatkan orang tua asuh yakni salah satu dosen di kampusnya yang telah ditunjuk BRI. Orang tua asuh memantau perkembangan Bazyl. Khususnya di bidang akademik.

Lulus Cumlaude

Dengan pemantauan orang tua asuh dan kerja keras yang ditunjukkan Bazyl, dirinya lulus tepat waktu. Bazyl pun meraih IPK yang memuaskan di angka 3,70 – menyandang predikat Cumlaude.

Bazyl adalah salah satu contoh anak negeri yang brilian. Setelah lulus dari universitas dia memutuskan untuk berkontribusi di BRI secara langsung. Bermula pada 2019, BRI membuka Program Pengembangan Staf (PPS) BRI semacam program management training untuk merintis karier di BRI.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan