Berstatus ASN, Oknum Satpol PP Ajukan Penangguhan Penahanan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, GOWA — Sudah tiga hari lamanya Mardani Hamdan ditahan di Mapolres Gowa. Kasus penganiayaan yang ia lakukan saat operasi PPKM di Panciro, Gowa membuatnya pasrah diproses hukum.

Perkembangan terbaru, kuasa hukum eks Sekretaris Satpol PP Gowa itu, M Syafril Hamzah mengajukan penangguhan penahanan ke penyidik.

Alasannya, kliennya itu masih berstatus sebagai ASN aktif. Tidak hanya itu, ada alasan lain yang dianggap tersangka Mardani layak dilakukan penangguhan penahanan atas kasus yang menjeratnya itu.

“Karena masih punya anak yang butuh kasih sayang, tidak mengulangi perbuatannya, dan tidak melarikan diri. Termasuk karena dia sebagai ASN,” kata Syafril, kepada jurnalis Fajar.co.id, Kamis (22/7/2021).

Pengajuan penangguhan penahanan itu, lanjut Syafril, telah dilakukan sejak Rabu (21/7/2021) kemarin.

“Kita ajukan penangguhan sejak kemarin,” tambah Syafril saat ditemui di Mapolres Gowa.

Setelah pengajuan dilakukan, dia berharap penyidik Satreskrim Polres Gowa bisa menerima permintaan kliennya itu. Syafril menjamin, Mardani tidak akan kabur dan siap memenuhi panggilan penyidik jika diperlukan.

Sebelumnya, Mardani Hamdan pasrah. Kasus tindak pidana penganiayaan yang ia lakukan membuatnya harus berlebaran di Mapolres Gowa, Selasa (20/7/2021) kemarin.

Eks Sekretaris Satpol PP Gowa ini harus menjalani momen hari raya umat Islam ini di kantor polisi. Dia resmi ditahan sebagai tersangka atas kasus yang menyeretnya saat operasi PPKM pada 14 Juli 2021 lalu.

  • Bagikan