Korban Penganiayaan Oknum Satpol PP Dilaporkan Balik Kasus Berita Bohong

Kamis, 22 Juli 2021 15:58

Ivan dan Riyana saat live Facebook dari rumah sakit di Makassar.

FAJAR.CO.ID, GOWA – Setelah oknum Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan ditetapkan tersangka kasus penganiayaan, kali ini korbannya, Ivan dan istrinya Riyana dilaporkan ke Polres Gowa.

Pasangan suami istri itu dilaporkan oleh Brigade Muslim Indonesia, karena telah menyampaikan berita bohong atau hoaks yang mengaku dirinya hamil saat dianiaya oleh tersangka Mardani.

“Kami telah melaporkan ini ke Polres Gowa. Kami membawa alat bukti salah satunya bukti rekaman video live Facebook si Ivan yang menyatakan istrinya itu hamil,” kata Ketua Brigade Muslim Indonesia, Muh Zulkifli di Mapolres Gowa, Kamis (22/7/2021).

Dia tidak sendiri. Zulkifli melapor bersama sejumlah koleganya dan telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Gowa.

Mereka merasa kecewa dan prihatin kepada kedua korban yang awalnya mengaku hamil saat dianiaya oleh tersangka.

Namun saat menjalani tes USG, Ivan menyatakan bahwa tidak hamil meski perut istrinya buncit.

“Dia (Ivan) mempertegas bahwa istrinya hamil. Saya tidak kenal dengan pak Satpol PP. Saya juga tak kenal dengan pemilik kafe (korban). Ini murni untuk keadilan hukum,” tegas Zulkifli kepada wartawan.

Sebelumnya, tes USG korban Riyana itu disampaikan langsung oleh suaminya, Ivan dalam sebuah video. Dia bilang, hasil tes USG oleh tim medis menyatakan bahwa istri tercintanya itu tidak hamil.

Mendengar itu, Ivan membantah. Ia tetap kukuh pada keyakinannya bahwa istrinya itu tengah hamil sembilan bulan. Ivan yakin karena ia kerap merasakan pukulan bayinya itu di perut istrinya.

“Jadi sudah di USG, menunggu hasil dan dokter berkata isinya (perut) kosong. Dan saya bilang, kalau kosong kenapa perutnya buncit?. Dan saya bilang apakah ada kelainan dalam perutnya? kata dokter normal,” kata Ivan dalam videonya yang dilihat.

Bagikan berita ini:
6
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar