Selama PPKM Darurat, Terjadi Penurunan Pasien di Rumah Sakit di Kota Surabaya

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Terjadi penurunan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kota Surabaya. Penurunan itu terjadi selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sejak 3 Juli.

Rata-rata jumlah pasien yang menurun di angka 1–5 persen. Salah satunya adalah di RS Husada Utama (RSHU) Surabaya. Selama dua pekan PPKM Darurat, jumlah pasien Covid-19 menurun sebesar 3–5 persen.

”Sejak awal PPKM darurat, pasien memang masih banyak, tapi sudah mulai berkurang sedikit,” ujar Dirut RSHU Didi Dewanto pada Kamis (22/7).

Meski menurun, jumlah pasien di IGD dan ICU masih penuh. Sehingga, Didi berharap tetap ada penurunan dengan perpanjangan masa PPKM.

”Memang benar kalau PPKM diperpanjang dulu. Jadi nanti pasien Covid-19 bisa berkurang. Yang penting mobilisasi warga dikurangi, treatment dan tracing dijalankan, pasti akan turun,” harap Didi.

Hal yang sama terjadi di RS PHC Surabaya. Jumlah pasien Covid-19 di sana menurun 1–2 persen. Meski menurun, jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) masih 90 persen.

”Jumlahnya selama PPKM mulai 3–21 Juli sampai dengan saat ini tingkat keterisian bed RIK (ruang isolasi khusus) masih belum mengalami penurunan signifikan,” aku Humas PHC Surabaya Irfan Prayogo.

Selama PPKM darurat dijalankan, persentase BOR dapat naik turun atau dinamis. Hal tersebut karena beberapa kondisi. Di antaranya, pasien yang keluar dan masuk dalam waktu singkat.

Dari catatan, turunnya angka pasien bisa terlihat dari daftar tunggu. ”Waiting list menurun. Sebelum PPKM darurat, waiting list IGD ada 15–25 pasien. Sekarang 6–10,” beber Irfan.

  • Bagikan