Akibat PPKM, Okupansi Hotel Hanya Capai 18 Persen

Jumat, 23 Juli 2021 22:07

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sektor pariwisata selalu menjadi sektor yang paling berdampak saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tingkat hunian atau okupansi hotel kembali menurun.

Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) mencatat, okupansi hotel saat ini hanya di angka 18 persen saja. Terus menurun seiring penerapan PPKM.

Ketua Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, menyebut, kondisi di sektor perhotelan kian mengkhawatirkan. Jika terus dibiarkan bakal berdampak buruk.

“Bahkan data yang sempat saya terima tadi pagi itu, ada laporan salah satu hotel okupansinya hanya 8%. Ini membuat keprihatinan,” ujarnya, Jumat (23/7/2021).

Padahal sebelumnya, okupansi hotel di bulan Juni sempat mencatat progres yang positif, di mana tumbuh hingga 28-30% setelah sempat terpuruk pada awal tahun di jumlah yang sama yaitu 18-25%.

Meski memprihatinkan, belum ada hotel yang dilaporkan gulung tikar selama pandemi Covid-19. Namun melihat tren perkembangan saat ini hal ini menurutnya hanya akan menunggu waktu sebelum hal itu benar-benar terjadi.

Leih lanjut, dirinya juga mendapat laporan adanya penambahan karyawan yang dirumahkan hingga adanya perubahan skema kerja perusahaan

“Jadi ada yang sekaran cuma masuk 15 hari dalam sebulan, artinya dia dapat upah hanya 50%. Jadi kalau ini Covid-19 ini tidak segera berlalu, akan lebih parah lagi. Jadi mudah-mudahan tanggal 25 berakhir (PPKM) karena sangat kurang sekali,” lanjutnya.

Sementara terkait stimulus dana hibah, dinilai sudah ada sejumlah kemajuan setelah adanya pertemuan dengan pihak Dinas Pariwisata, pasca-Kementerian menjanjikan prioritas pencairan untuk tahun ini.

Nominalnya sendiri belum diketahui hanya saja jumlahnya diperkirakan tidak bergerak dari tahun 2020 lalu.

“Jadi dari hasil rapat bersama Dispar dan Perizinan Makassar, kita diharuskan rampungkan administrasi pendataan, jadi ini diharapkan paling tidak jadi penopang di saat-saat seperti ini. Kita juga sudah ketemu Pak Wali untuk monitor dinas terkait agar berjalan,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
7
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar