Alasan Tak Cukup Bukti, Dewas KPK Sebut Firli Bahuri Cs Tak Langgar Kode Etik

Jumat, 23 Juli 2021 16:13

Ketua KPK Firli Bahuri bersama Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghuf...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri dan pimpinan KPK lainnya lolos dari pelanggaran etik terkait pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Dewan Pengawas KPK menyatakan Firli Cs tidak cukup bukti melanggar etik terkait pelaksanaan TWK tersebut.

“Tidaklah cukup bukti sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke sidang etik,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatarongan Panggabean dalam konferensi pers secara daring, Jumat (23/7).

Dewas KPK sudah memeriksa dan mengumpulkan bukti atas laporan dari 75 pegawai komisi antikorupsi yang tidak lulus asesmen TWK.

Menurut Tumpak, 75 pegawai yang tidak lulus TWK diwakili Hotman Tambunan dan kawan-kawan melaporkan tujuh dugaan pelanggaran kode etik oleh pimpinan KPK terkait penyusunan kebijakan, pelaksanaan dan tindak lanjut hasil TWK.

Dalam laporannya, 75 pegawai menduga Firli Bahuri menambahkan klausul TWK saat rapat pimpinan pada 25 Januari 2021 ke dalam draf Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) sebelum dibawa dalam rapat harmonisasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Bagikan berita ini:
7
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar