Didakwa dengan Ancaman 20 Tahun Penjara, Eks Sekdis PUTR Sulsel Edy Rahmat Ajukan Eksepsi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Terdakwa kasus gratifikasi proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan, Edy Rahmat mengajukan eksepsi atau pembantahan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Melalui Penasehat Hukumnya, Yusuf Lessy, Edy Rahmat membantah dakwaan yang yang didakwakan kepadanya.

Setidaknya ada tiga hal yang membuat mantan sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel ini mengajukan eksepsi.

Pertama, dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dianggap memuat peristiwa hukum yang tidak cermat.

Kedua, waktu dan tempat kejadian dianggap tidak jelas dan cermat. Dan ketiga, dalam penerapan hukumnya, juga dianggap tidak cermat.

“Pada prinsipnya dakwaannya, satu memuat peristiwa hukum tidak cermat, dua waktu dan tempat kejadian itu tidak jelas dan tidak cermat, dan ketiga dalam penerapan hukumnya tidak cermat,” ujar Yusuf.

Ia pun berharap dalam sidang lanjutan nanti, pihaknya bisa meyakinkan majelis hakim terkait eksepsi yang diajukan

“Tiga bagian pokok yg menjadi dasar kami mengajukan eksepsi,” tutupnya.

Edy Rahmat pun diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun.

  • Bagikan