Respons Permintaan MS Kaban, Ferdinand: Sebuah Kebodohan Bercampur Kebencian

Jumat, 23 Juli 2021 11:27

Ferdinand Hutahaean. (@FerdinandHaean3/Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat MS Kaban, meminta MPR menggelar Sidang Istimewa untuk mengadili Presiden Joko Widodo (Jokowi).

MS Kaban menilai pemerintah telah gagal menangani pandemi Covid-19.

Menanggapi itu, mantan kader Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai, apa yang disampaikan MS Kaban hanya berdasarkan kebencian semata.

“Usulan dari sebuah kebodohan bercampur kebencian saja dibahas berkepanjangan,” kata Ferdinand dikutip akun Twitter-nya, Jumat (23/7).

Ferdinand mengatakan, sidang Istimewa MPR tidak bisa digelar sembarangan.

“Sidang Istimewa itu bukan seperti sidang suami Istri di rumah yang bisa dilakukan kapan saja. Tak mampu tunjukkan pelanggaran, penyimpangan oleh Presiden tapi bicara Sidang Istimewa, kan gemblung,” katanya.

Ferdinand mengatakan, sidang Istimewa MPR itu digelar apa bila ada bukti-bukti nyata pelanggaran yang dibuat Presiden.

“Kepada kaum oposan bodoh, kalau mau bicara tentang sidang Istimewa, sampaikanlah fakta-fakta pelanggaran apa yang dilakukan oleh Presiden. Penyimpangan apa, korupsi apa, sehingga usul Sidang Istimewa itu berdasar norma aturan dan bukan berdasar kebencianmu yang berkarat. Ini negara hukum bukan negara kebencian,” katanya.

Bagikan berita ini:
5
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar