Alissa Wahid: Gus Dur Tidak Dilengserkan MPR

Sabtu, 24 Juli 2021 09:14

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — 23 Juli 2001, tepat 20 tahun lalu, bertepatan dengan peringatan lengsernya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari jabatan Presiden Republik Indonesia ke-4.

Gus Dur beserta keluarganya memilih meninggalkan Istana Merdeka usai MPR yang dipimpin oleh Amien Rais menyatakan mosi tidak percaya.

Putri Gus Dur, Alissa Wahid menegaskan, kala itu bagi Gus Dur dan keluarga, ia tidak dilengserkan oleh sidang istimewa MPR.

“Karena prosedurnya cacat hukum. Tidak sesuai Tatib MPR,” tegasnya di Twitter, Jumat (23/7/2021).

“Demi bangsa, demi negara, dan demi santri-santri serta pembelanya, GusDur memilih keluar dari istana,” lanjut Alissa lugas.

Dikatakan, beberapa hari sebelumnya, Gus Dur masih berkeras mau melawan partai-partai politik yang menurutnya sedang membajak demokrasi.

Tapi begitu menerima laporan 3000an santri sudah di Jakarta dan puluhan ribu sedang dalam perjalanan, Gus Dur memilih untuk keluar dari istana.

Kata GusDur, kebenaran tidak bisa di-voting. Tawaran kongkalikong politik yang datang dari berbagai kelompok pun ditolaknya.

“Pokoknya berjuang mempertahankan idealisme demokrasi. Memanas setelah memberhentikan pak Wiranto. Lawan-lawannya makin solid,” beber Alissa.

Menurutnya, Gus Dur siap dengan semua konsekuensi perlawanan itu, dengan kekuatan politik yang tidak seberapa. Yang paling berat memang keteguhan Gus Dur menjauhkan militer dan oligarki sisa Orba dari kedaulatan sipil.

“Makanya kami sekeluarga disuruh GusDur keluar istana. Kami tolak,” ungkapnya.

Gus Dur keluar istana atas kehendak bebas, untuk idealisme yang lebih tinggi.

“Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan,” pungkas Alissa yang juga merupakan Koordinator Jaringan Gusdurian. (dra/fajar)

Bagikan berita ini:
6
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar