Jokowi Dapati Apotek Kekurangan Obat, Rocky Gerung: Rakyat Siap-siap Stok Kain Kafan

Minggu, 25 Juli 2021 18:24

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aksi belusukan Presiden Jokowi cek ketersediaan obat di apotek mendapat kritikan pedas dari pengamat sosial politik, Rocky Gerung.

Menurut Rocky, video Jokowi kehabisan obat di Apotek sangat berbahaya, karena dia memberi pesan pada rakyat bahwa negara tidak lagi mampu mengurus rakyat.

“Maka kalian harus siap-siap jadi jenazah,” kata Rocky dalam akun youtubenya, Rocky Gerung official, Minggu (25/7/2021).

Konyolnya lagi, kata Rocky Gerung, para buzzer menyebut Jokowi presiden merakyat. Justru hal tersebut menunjukkan Jokowi tidak pro rakyat.

“Mestinya dia (Jokowi) cari apotek yang ada obat sehingga dia berpesan pada rakyat bahwa jangan khawatir karena pemerintah menyediakan obat. Tapi ini kan nggak ada obat, jadi kalian rakyat siap-siap stok kain kafan,” sebutnya satir.

Video itu juga lanjut Rocky, bisa membuat pesimisme rakyat bagaimana sulitnya mendapatkan obat di apotik ketika mereka sedang berjuang bertahan hidup dan sembuh dari covid-19.

“Jadi begitulah kebijakan dungu yang dipoles dengan pencitraan dungu. Maka terjadilah bahwa Indonesia tidak mampu lagi, Indonesia harus siap-siap jadi kuburan massal,” ketus Rocky kian ngegas.

Rocky bahkan menilai aksi belusukan Jokowi itu bisa memperlemah daya tahan rakyat, mereka pesimis, frustasi dan imunitas bisa turun.

Seharusnya presiden menenangkan dengan amannya ketersediaan obat.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi salah satu apotek di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/07/2021). Presiden hendak mengecek ketersediaan beberapa jenis obat dan suplemen yang dibutuhkan masyarakat untuk penanganan COVID-19.

Dalam kunjungannya tersebut, Presiden menjumpai beberapa jenis obat dan vitamin mengalami kekurangan stok

Presiden pun menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan ketersediaan obat-obatan tertentu.

“Pak, ini saya cek ke apotek di Bogor. Saya cari obat antivirus Oseltamivir, enggak ada. Cari lagi, obat antivirus yang Favipiravir juga enggak ada, kosong. Saya cari yang antibiotik, Azithromycin, juga enggak ada,” ujar Presiden kepada Menkes.

Setelah melakukan pengecekan, Menkes pun memberikan data terkait stok obat-obatan yang dicari Presiden tersebut di sejumlah apotek lain di Kota Bogor. (dra/fajar)

Bagikan berita ini:
1
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar