Kasihan! Pria Positif Covid-19 Ini Diseret dan Dipukul Bambu Oleh Warga

Minggu, 25 Juli 2021 10:03

pria positif covid-19 dikeroyok warga (instagram/jhosua_lubis)

FAJAR.CO.ID – Baru-baru ini, media sosial khususnya Instagram, diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan seorang pria yang dipukuli sekelompok warga menggunakan bambu dan diseret di tengah jalan.

Berdasarkan video yang diunggah oleh akun Instagram @jhosua_lubis, Sabtu (24/07/2021), pria tersebut adalah warga yang terkonfirmasi Covid-19.

Terlihat dalam video, pasien Covid-19 tersebut dianiaya oleh sekelompok warga menggunakan bambu dan diduga diseret dengan tali.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara pada Kamis (22/07/2021).

“Awalnya Tulang (Om) saya terkena Covid-19 , Dokter menyuruh isolasi mandiri. Tetapi Masyarakat tidak terima , akhirnya dia dijauhkan dari kampung bulu silape. Dia kembali lagi kerumahnya tetapi masyarakat tidak terima,” tulis @jhosua_lubis dalam keterangan video tersebut.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa warga setempat tidak membantu kerabatnya namun justru dipukuli dan diperlakukan tidak manusiawi.

Ia juga menyebutkan identitas kerabatnya yang dianiaya.

“Ini Tulang (Om) saya, Nama : Salamat Sianipar, Umur : ≥ 45 Tahun, Alamat : Desa sianipar bulu silape kecamatan silaen. Tobasa. Sumatera Utara,” tulis @jhosua_lubis.

Dengan adanya perbuatan dari warga itu, ia mengaku tidak menerima dan berharap pemerintah bisa memberi edukasi terkait Wabah Covid-19.

“Kejahatan kemanusiaan ini diatur dalam Statuta Roma dan diadopsi dalam Undang-Undang No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.” jelasnya.

“Hukum Indonesia juga tegas melarang penyiksaan. Konstitusi Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945, menyatakan hak untuk bebas dari penyiksaana dalah hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. Hak untuk bebas dari penyiksaan juga tertuang dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” ujar dia.

“Kami berharap Keadilan Ditegakkan Setegak-tegaknya Kepada Presiden & Wakil Presiden , Pemerintah & Aparatur Negara untuk menindaklanjuti Kejadian ini,” pungkasnya. (hmk/fajar)

Bagikan berita ini:
8
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar