Divonis 2 Tahun Penjara, PH Agung Sucipto Bilang Begini

Senin, 26 Juli 2021 17:26

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Terdakwa kasus gratifikasi proyek infrastruktur Sulsel, Agung Sucipto akhirnya divonis 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp150 juta rupiah.

Vonis tersebut dibacakan hakim ketua Ibrahim Palino pada persidangan di ruang Dr Harifin A. Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Senin (26/7/2021).

Menanggapi putusan tersebut, Penasehat Hukum Agung Sucipto, Afdalis merasa lega dengan vonis dari majelis hakim.

“Sebagai kuasa hukum kami lega karena kasus ini telah dinyatakan selesai dan fakta fakta dan kebenaran dalam perkara ini telah terungkap,” ucapnya kepada fajar.co.id, Senin (26/7/2021).

Ia pun menyebut kasus ini adalah pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Semoga perkara ini dapat menjadi pelajaran untuk kita semua,” lanjutnya.

Ia pun masih akan berdiskusi dengan kliennya Agung Sucipto untuk memutuskan apakah akan melakukan banding atau tidak.

“Kami akan berdiskusi dengan Klien terlebih dahulu untuk memutuskan apakah menerima putusan atau mengajukan banding,” lanjutnya.

Agung Sucipto diberikan tenggat waktu 7 hari untuk melakukan banding, jika dalam kurun waktu itu pihak Agung tidak melakukan banding maka dianggap telah menerima vonis tersebut.

Diketahui, Agung Sucipto telah divonis 2 tahun kurungan penjara dan denda sebesar 150 juta rupiah.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) komisi pemberantasan korupsi (KPK) yang menuntut 2 tahun penjara dan denda 250 juta rupiah.

Agung Sucipto dikenakan UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi.

Ia dikenakan Pasal 5 (1) UU Tipikor Jo Pasal 64 (1) KUHP, dengan ancaman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp250 juta. (Zaki/fajar)

Bagikan berita ini:
4
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar