Kisah Pilu, Kakek Bilal Meninggal Karena Covid-19 di Atas Becaknya

Senin, 26 Juli 2021 06:21

FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA— Kematian penarik becak bernama Bilal yang sudah berusia 84 tahun ini cukup menyedihkan. Kakek sebatangkara ini meninggal terpapar Covid-19 di atas becaknya di Yogyakarta.

Saat pandemi, kisah pilu kematian akibat Covid-19 terus terdengar.

Sebatang kara, kakek 84 tahun ini meninggal di atas becaknya yang diparkir di Jalan Magangan Kulon di Kalurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Senin (19/7/2021).

Diperkirakan Bilal mengembuskan napas terakhir Senin malam sekitar pukul 18.15 WIB.

Dari uji swab, Bilal dinyatakan positif Covid-19. Nyawanya tak tertolong karena tak ada yang tahu jika Bilal pasien positif Covid-19.

Sehari-hari Bilal menghabiskan sebagian waktunya di atas becak merahnya.

“Jadi, almarhum ini diketahui sudah sakit di atas becak beberapa hari sebelumnya. Warga sudah berinisiatif memberikan makan, merawat sebisanya,” ungkap Lurah Patehan, Handani BS, Sabtu (24/7/2021).

Bilal sudah seperti keluarga sendiri. Dia menarik becak hampir selama 50 tahun dan mangkal di daerah Magangan Kulon itu.

Bilal meninggal dalam sunyi. Sang anak semata wayang tidak menengoknya karena masalah keluarga dan hubungan yang tidak baik.

Anak tunggal Bilal itu tidak tinggal di Patehan, melainkan di Sewon, Bantul. Kematiannya justru ditemui oleh seorang warga bernama Dimas (18).

Pelajar itu menemukan Bilal meringkuk di becak dengan mata tertutup dan tidak bergerak.

Ketika dipegang, Bilal tak bereaksi.

Seperti dilansir kompascom, Dimas pun segera memberi tahu ketua RT setempat tentang kejadian tersebut.(pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
6
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar