Dugaan Penyerobotan Lahan Makam Pahlawan, Polisi Diminta Proses Korban Kekerasan Oknum Satpol PP

Selasa, 27 Juli 2021 14:18

Cekcok antara petugas Satpol PP dan pemilik warkop di Gowa.(Screenshoot)

FAJAR.CO.ID, GOWA – Aliansi Masyarakat Pencinta Keadilan (AMPK) telah melaporkan dugaan penyerobotan fasilitas sosial, seperti penimbunan makam pahlawan di Panciro, Kabupaten Gowa.

Dalam laporannya itu, pihaknya melaporkan korban penganiayaan oknum Satpol PP Gowa, Nur Halim dan istrinya Riyana di Pemkab Gowa dan DPRD Gowa.

Tidak hanya itu, AMPK juga mengaku telah melaporkan dugaan itu ke polisi.

Hal itu dilakukan karena pasangan suami istri itu membangun sebuah kafe, dengan cara diduga menyerobot makam pahlawan di sana.

“Kapolres Gowa juga kita sambangi kemarin, diterima oleh Kasubag Humasnya,” kata Ketua AMPK, Ahmad Ramli, Selasa (27/7/2021).

Pasangan suami istri itu diduga telah menyerobot empat makam pahlawan di sana. Yakni Baso Tappa, Makkarani, Baso Ronrong, dan Sariba Tiro.

“Empat nisan kuburan pejuang rakyat dari Panciro yang gugur ditembak dalam posisi berdiri, tutup mata dan tangan terikat. Nama mereka telah diabadikan melalui nama jalanan di Panciro. Kemudian lahan ini sudah beralih fungsi menjadi Cafe Ivan Riyana Hal inilah yang mengusik saya untuk ikut campur dalam kasus ini,” sesal Ramli.

Bagikan berita ini:
2
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar