Kondisi Tugu Pahlawan Limbung Memprihatinkan, Ivan dan Riyana Dilapor Lakukan Penyerobotan

Selasa, 27 Juli 2021 17:24

FOTO: ISHAK/FAJAR

FAJAR.CO.ID, GOWA — Tugu pahlawan itu tampak usang termakan usia. Terik matahari dan hujan membuat bangunan itu kini seakan tak terawat.

Itu merupakan tugu pahlawan Limbung Utara yang sengaja dibangun untuk mengingat perjuangan empat orang pahlawan yang gugur di zaman penjajahan.

Empat pahlawan itu bernama Baso Tappa, Makkarani, Baso Ronrong, dan Sariba Tiro. Sayangnya, makam empat orang berjasa itu justru diduga ditimbun dengan bangunan kafe milik Nur Halim (Ivan) dan Riyana, pasutri korban pemukulan oknum Satpol PP.

Tidak hanya itu, tugu warna putih itu juga diserobot bangunan kafe milik korban penganiayaan oknum Satpol PP Gowa itu yang dianggap masuk dalam fasilitas sosial milik pemerintah.

Belum lagi, banyak sampah berserakan di sekitar tugu bersejarah bagi warga Desa Panciro itu. Sampai saat ini, belum ada teguran soal itu dari pemerintah setempat

Apalagi kafe milik pasutri tersebut berada tepat di samping kantor Desa Panciro.

Kendati demikian, Nur Halim dan istrinya justru merasa tidak bersalah atas dugaan penyerobotan lahan yang ia lakukan, meski telah diadukan ke Pemkab Gowa dan DPRD Gowa.

“Urusannya pemerintah. Ada izinnya juga (kafe milik Riyana dan Nur Halim). Tidak mungkin tidak ada izinnya,” kata kuasa hukum Riyana-Nur Halim, Ari Dumais kepada Fajar.co.id, Selasa (27/7/2021).

Pemkab Gowa belum mengambil langkah tegas kepada pasangan suami istri itu, yang namanya viral usai dianiaya oleh Oknum Satpol PP pada 14 Juli 2021 lalu.

“Untuk sementara belum. Akan dilakukan penelitian lebih lanjut,” ujar Kepala Diskominfo SP Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pencinta Keadilan (AMPK) telah melaporkan dugaan penyerobotan fasilitas sosial, seperti penimbunan makam pahlawan di Panciro, Kabupaten Gowa.

Dalam laporannya itu, AMPK melaporkan Nur Halim dan istrinya Riyana di Pemkab Gowa dan DPRD Gowa.

Tidak hanya itu, AMPK juga mengaku telah melaporkan dugaan itu ke polisi. Hal itu dilakukan karena pasangan suami istri itu membangun sebuah kafe, dengan cara diduga kuat menyerobot makam pahlawan di sana.

“Kapolres Gowa juga kita sambangi kemarin, diterima oleh Kasubag Humasnya,” kata Ketua AMPK, Ahmad Ramli. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
1
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar