Penyuap Gubernur NA Dihukum 2 Tahun, Direktur Laksus: Banyak Pencuri Kecil Vonisnya Lebih Berat

Selasa, 27 Juli 2021 10:52

Agung Sucipto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus), Muh Ansar menyebut vonis Agung Sucipto (Anggu) terlalu rendah.

Agung Sucipto divonis bersalah pada kasus gratifikasi proyek infrastruktur Sulawesi Selatan, yang juga menyeret Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah dan Sekdis PUPR Sulsel Edy Rahmat.

Agung Sucipto akhirnya divonis 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp150 juta.

Vonis tersebut dibacakan hakim ketua Ibrahim Palino pada persidangan di ruang Dr Harifin A. Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Senin (26/7/2021).

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU KPK yang menuntut 2 tahun penjara dan denda 250 juta rupiah.

Ansar menyebut vonis Anggu sangat rendah. Seharusnya hakim menjatuhkan vonis tinggi.

Dimana pada pasal 5 itu maksimal lima tahun pidana penjara. Sehingga tidak salah jika divonis maksimal.

“Ini sangat mencoreng asas keadilan, masa vonis hanya dua tahun. Banyak pencuri kecil yang vonis lebih berat,” ucapnya.

Ansar menambahkan putusan terhadap kasus korupsi yang sangat ringan, tidak membuat efek jerah. Padahal korupsi adalah kejahatan luar biasa, sehingga seharusnya dilakukan penanganan yang luar biasa pula.

Bagikan berita ini:
7
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar