Pimpinan Rumah Tahfiz yang Diancam Parang oleh Legislator PAN Resmi Cabut Laporan

Rabu, 28 Juli 2021 21:52

Tembok yang sempat menutup rumah tahfiz oleh anggota DPRD Pangkep, Amiruddin akhirnya dibongkar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus pengancaman senjata tajam yang dilaporkan oleh Rumah Tahfiz Qur’an Nurul Jihad, ternyata tidak berbuntut panjang.

Anggota DPRD Kabupaten Pangkep, Amiruddin sebagai terlapor akhirnya dimaafkan oleh pimpinan Rumah Tahfiz Qur’an Nurul Jihad, Abdul Wasid.

Abdul Wasid pun resmi mencabut laporannya di Polsek Panakkukang, soal tindak pidana pengancaman dengan sebilah parang oleh Amiruddin kepada para santri rumah tahfiz tersebut.

“Amiruddin sudah mengakui semua perbuatannya dan saya juga resmi mencabut laporan di kantor polisi. Kasus ini selesai,” kata Abdul Wasid, kepada jurnalis Fajar.co.id, Rabu (28/7/2021).

Dengan begitu, kasus ini tidak lagi harus diperpanjang karena sudah berdamai. Kedua belah pihak, lanjut Wasid, telah bermusyawarah dengan pemerintah setempat dan disaksikan oleh aparat TNI dan Polri.

Sebelumnya, legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN), Amiruddin menyayangkan tudingan yang menyebut dirinya telah mengancam sejumlah santri tahfiz Quran, denga sebilah parang pada 11 Juli 2021 lalu.

Anggota DPRD Kabupaten Pangkep itu bilang, bahwa parang yang ia bawa itu bukanlah untuk menakut-nakuti santri di sana. Melainkan hanya dipakai untuk membersihkan rumput di sekitar rumahnya dan pondok tahfiz itu.

Bagikan berita ini:
4
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar