Varian Delta+ Ditemukan di Jambi dan Sulawesi Barat, Siti Nadia Tarmizi Sampaikan Ini

Rabu, 28 Juli 2021 21:34

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menegaskan data WHO menyebutkan vaksin masih bisa efektif untuk menang...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Belum selesai ancaman varian Delta yang mengganas, kini muncul lagi varian Delta Plus (Delta+). Varian ini sudah ditemukan di beberapa negara. Salah satu kasusnya bahkan sudah ditemukan di Indonesia.

Lalu haruskah masyarakat khawatir dengan varian Delta+? Bagaimana dengan kemanjuran vaksin?

Juru Bicara Covid-19 dan Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membenarkan bahwa varian Delta+ sudah masuk ke Indonesia. Sedikitnya sudah ditemukan tiga kasus di tanah air.

“Iya betul, sudah terdeteksi ada 3 kasus,” katanya kepada JawaPos.com, Rabu (28/7).

Ketiga kasus itu terdiri dari 2 kasus di Jambi dan 1 di Sulawesi Barat. Menurut Nadia, gejalanya sama dengan varian Delta sebelumnya. Dan untuk menemukan varian ini, pemerintah erus melakukannya dengan tes Whole Genome Sequencing.

“Itu untuk memonitor surveilens. Pencegahan tetap protokol kesehatan,” katanya.

Sebelumnya Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menjelaskan dalam kicauannya baru-baru ini, varian Delta dari India bisa berubah atau bermutasi lagi menjadi varian Delta plus. Apakah varian Delta plus berbahaya atau lebih berbahaya dari varian India saat ini?

Bagikan berita ini:
9
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar