Kabar Terbaru Ibadah Umrah, Simak Penjelasan Dirjen PHU Kemenag

Kamis, 29 Juli 2021 10:05

Plt Dirjen PHU Kemenag, Khoirizi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Arab Saudi berencana mulai membuka penerbangan umrah pada 10 Agustus mendatang. Hanya saja, ada 9 negara yang dikecualikan termasuk Indonesia.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Khoirizi menuturkan terkait keputusan pelaksanaan umrah, pihaknya tidak berkapasitas untuk mengambil keputusan langsung karena skema ibadah umrah berbeda dengan ibadah haji.

Pemerintah hanya berperan sebagai support untuk segera melakukan mitigasi terkait adanya surat edaran pemerintah Arab Saudi.

“Jadi kami hanya menyampaikan kondisi yang ada. Terkait kebijakan terbaru penerbangan internasional Arab Saudi dan kebijakan penyelenggaraan umrah. Edaran itu nanti akan didiskusikan bersama agar dijadikan rujukan bersama,” ungkapnya, Kamis (29/07/2021).

Namun, surat edaran ini akan dibahas bersama dengan semua pihak terkait terutama dengan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Ibadah umrah ini wisata rohani yang bersifat Bussiness to Bussiness (B to B) atau swasta. Berbeda dengan haji yang urusannya itu Government to Government (G to G).

“Jadi kita akan duduk bersama dengan semua pihak nanti untuk berdiskusi terutama dengan travel-travel. Agar ada cara pandang yang sama nanti. Apakah ibadah umrah ini tetap diselenggarakan atau tidak ? Kita harus bahas bersama,” tukasnya.

Ketua DPD Kesatuan Tour Travel Umrah dan Haji (Kesthuri) Sulsel, Usman Jasad mengatakan belum ada keputusan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Haji tentang persyaratan umrah. Menurutnya, informasi yang beredar berasal dari media lokal Arab Saudi, Haramain Sharifain. Sehingga pihaknya saat ini menunggu keputusan resmi.

“Sekali lagi belum ada resmi. Jadi kami menunggu keputusan resmi baru berpendapat supaya publik diberi informasi yang valid dan jelas,” ungkapnya.

Dia mengaku di media sosial banyak sekali informasi yang beredar sehingga harus disikapi dengan bijaksana. Kata dia, isu soal pengetatan calon jemaah umrah asal Indonesia sudah menjadi pembahasan di internal Kesthuri. Ada edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi per 15 Zulhijah jadi acuan.

“Umrah memang direncana dibuka 1 Muharram atau 10 Agustus. Namun sampai hari ini belum ada keputusan resmi tentang prosedur umrah. Makanya kita tunggu keputusan resmi termasuk teknis produser. Sehingga kita belum bisa bicara estimasi harga apakah membengkak atau tidak,” jelasnya.(fik/fajar).

Bagikan berita ini:
9
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar