Moeldoko Somasi dan Ancam Pidanakan ICW, Denny Siregar: Asyik Berantem

Kamis, 29 Juli 2021 22:45

Denny Siregar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan melayangkan somasi kepada Indonesia Corruption Watch (ICW) atas tudingan yang menyebut Moeldoko terlibat peredaran Ivermectin maupun ekspor beras.

Mantan Panglima TNI itu merasa difitnah dan dirusak nama baiknya, baik secara pribadi maupun sebagai Kepala Staf Presiden. Hal ini merupakan buntut dari hasil investigasi ICW, mengenai bisnis obat Ivermectin.

“Bahwa tuduhan dan pernyataan ICW tersebut tidak bertanggung jawab, karenanya merupakan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap klien kami dan telah merusak nama baik klien kami baik secara pribadi maupun sebagai Kepala Staf Presiden,” ujar Otto kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Otto menyampaikan, Moeldoko tidak memiliki hubungan hukum dengan PT Harsen Laboratories selaku produsen Ivermectin. Moeldoko dipastikan bukan pemegang saham maupun terlibat di dalam direksi.

Kondisi yang sama juga terjadi di PT Noorpay Nusantara Perkasa, dimana Moeldoko tidak pernah melakukan hubungan bisnis Ivermectin maupun impor beras, meskipun dia menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Namun, Otto membenarkan jika anak Moeldoko, Joanina Rachma adalah salah satu pemegang saham di PT Noorpay.

Pegiat media sosial Denny Siregar pun turut berkomentar atas perseteruan antara Moeldoko dan ICW. Ia seolah menikmati sajian kemelut diantara keduanya.

“Asyikkk.. Berantem,” seru Denny lewat cuitannya di Twitter.

ICW sendiri menegaskan belum menerima somasi secara tertulis dari Moeldoko. Sehingga pihaknya belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh.

Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya masih menunggu somasi secara tertulis dari Moeldoko. Lantaran belum ada somasi resmi, ICW tidak bisa merespons lebih jauh terkait keberatan yang disampaikan Moeldoko dalam membantah investigasi ICW.

“Kami lebih baik menunggu dulu somasi tertulisnya, daripada salah memberikan respons. Karena kadang apa yang disampaikan secara lisan dengan apa yang ditulis bisa berbeda,” tegas Adnan.

Atas dasar dugaan pencemaran nama baik itu, Otto meminta ICW membeberkan bukti-bukti jika Moeldoko terlibat peredaran Ivermectin maupun ekspor beras.

“Saya meminta, memberikan kesempatan kepada ICW dan kepada Egi 1×24 jam untuk membuktikan tuduhannya bahwa klien kami terlibat dalam peredaran ivermectin dan terlibat dalam bisnis impor beras,” tegasnya.

Apabila hal itu tidak bisa dibuktikan, Otto menuntut ICW mencabut tudingan kepada Moeldoko. ICW juga diharuskan meminta maaf secara terbuka melalui media cetak dan media sosial. Pasalnya, tudingan tersebut dianggap telah mebcemarkan nama baik Moeldoko.

“Kalau 1×24 jam sejak press release ini kami sampaikan kepada ICW, saudara Egi tidak membuktikan tuduhannya dan tidak mencabut ucapannya, dan tidak mencabutnya pernyataannya, dan tidak bersedia meminta maaf kepada klien kami secara terbuka, maka dengan sangat menyesal tentunya kami akan melaporkan kasus ini kepada yang berwajib,” pungkas Otto. (dra/fajar)

Bagikan berita ini:
10
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar