Pemerintah Kembali Impor Obat Terapi Covid-19, Politikus Demokrat: Inikah Tujuan Jalan-jalan ke Apotik?

Kamis, 29 Juli 2021 11:40

Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Partai Demokrat kubu AHY Yan Harahap (instagram.com/@yanharahap)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah kembali membuka keran impor beberapa obat-obatan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada Agustus akan ada tiga obat terapi Covid-19 yang bakal di impor seperti Remdesivir, Gammaraas, dan Actemra.

Budi mengakui, ketiga jenis obat tersebut memang sangat bergantung kepada impor. Sebab tak diproduksi di Indonesia.

Kebijakan impor obat-obatan itu mendapat respons dari Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Partai Demokrat Yan Harahap.

Anak buah AHY itu curiga kebijakan itu imbas dari sidak Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke beberapa apotik di Kota Bogor beberapa waktu lalu.

“Oh, inikah tujuan jalan2 ke apotik itu?,” tulis Yan dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (29/7/2021).

Seperti diketahui dalam sidak itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan survei lapangan terkait ketersediaan obat perawatan COVID-19 di salah satu apotek di kawasan Bogor, Jumat (23/7/2021).Namun ia tak mendapatkan obat yang dicari.Jokowi menanyakan obat antivirus Oseltamivir kepada pelayan apotek. Namun obat yang dicarinya ternyata habis.

Dari informasi yang didapat, Jokowi hanya membeli vitamin lantaran obat yang ia cari tak tersedia. Dia lantas menghubungi Menkes Budi Gunadi untuk membahas hasil sidaknya itu. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
6
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar