Saksi Berkilah CSR Perusahaan, JPU KPK: Nilainya Tak Wajar, Tanpa Proposal dan RAB

Kamis, 29 Juli 2021 15:47

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Petrus Yalim dan Thiawudy Wikarso yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah membeberkan beberapa fakta dalam persidangan tersebut.

Keduanya mengakui telah memberikan bantuan uang sebesar Rp100 juta atas permintaan dari ajudan Nurdin Abdullah, Syamsul Bahri.

Bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan masjid di kawasan Kebun Raya Pucak, Maros.

Dalam pengakuannya, Petrus diminta untuk menyumbang pembangunan masjid di kawasan Pucak Maros oleh Syamsul Bahri.

Petrus mengaku diundang dalam peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut. Lalu Petrus diminta oleh Syamsul Bahri untuk ikut membantu pembangunan masjid tersebut.

“Saya diundang untuk menghadiri peletakan batu pertama, lalu saya disampaikan oleh Pak Syamsul Bahri diminta untuk membantu pembangunan masjid,” ujar Petrus dalam persidangan.

Begitupun dengan Thiawudy Wikarso. Thiaw juga ikut menyumbang pembangunan masjid tersebut dengan nominal yang sama dengan Petrus.

Namun keduanya berkilah pemberian bantuan tersebut bukan atas nama pribadi, melainkan dari dana CSR perusahaan mereka untuk membantu pembangunan Masjid tersebut.

Bagikan berita ini:
2
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar