Balas Kritikan Menko Luhut ke SBY, Politikus Demokrat Seret Megawati dan Jokowi

Jumat, 30 Juli 2021 11:39

Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik blak-blakan merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritaman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mengkritik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal tersebut diungkapkan Rachland Nashidik melalui akun Twitter-nya @RachlanNashidik, Kamis (29/7).

Rachland Nashidik tanpa tedeng aling-aling menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga kerap mengkritik SBY saat menjabat presiden dua periode.

Tak hanya itu, Rachland Nashidik pun mengungkapkan, bahkan Megawati sampai mengerahkan kader PDIP untuk demo dan mendiskreditkan SBY.

“Selamat pagi, Pak Luhut. Pak SBY mendoakan Pemerintah dan rakyat Indonesia dari pandemi. Dulu, kalah pemilu, Megawati tak cuma mengkritik, Ia kerahkan demo-demo PDIP pada SBY,” jelas Rachland Nashidik.

“Kadernya: Hasto hingga Jokowi, mendiskreditkan SBY hingga kini, tujuh tahun setelah SBY tak lagi memimpin,” sambungnya.

Rachland Nashidik ikut buka suara setelah Luhut Pandjaitan meminta SBY bersikap seperti Presiden ke-3 RI B.J Habibie.

“Itu saya mengingatkan bagaimana Ibu Mega, Presiden ke-5 RI, sepanjang SBY memimpin, mengisi ruang demokrasi kita dengan kritik dan demo-demo PDIP,” ungkap Rachland Nashidik.

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan sempat meminta SBY duduk manis sembari mengingatkan bahwa presiden yang sudah selesai menjabat tak perlu merasa seolah berkuasa.

Bahkan, Luhut menyatakan agar SBY bisa mengikuti Presiden ke-3 RI B.J Habibie.

“Ya dia kan mantan presiden, kita hormati lah. Saya enggak ada keberatan, saya bilang ke Pak Bambang (SBY) oke-oke lah hak beliau. Tapi semua hanya titip saja, pemimpin kalau selesai eranya, ya seperti Pak Habibie lah, mau duduk manis datang sekali-sekali kritik boleh lah. Tak perlu lah merasa yang berkuasa saat ini di bawah kita,” ujarnya.(genpi/fajar)

Bagikan berita ini:
9
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar