Garansi Juara Allegri untuk Juventus

Jumat, 30 Juli 2021 07:58

Massimiliano Allegri/Getty Images

FAJAR.CO.ID, TURIN—Massimiliano Allegri kembali ke Juventus setelah beristirahat selama dua tahun. Di periode keduanya, Si Ikan Teri, julukan Allegri diharapkan bisa mengembalikan kejayaan Si Nyonya Tua.

Juventus kehilangan dominasi mereka di Serie A musim lalu. Bersama pelatih muda, Andrea Pirlo, Bianconeri yang sebelumnya meraih sucdetto sembilan musim beruntun hanya mampu finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A.

Klub Kota Turin itu sebenarnya masih meraih trofi Coppa Italia dan Piala Super Italia, namun prestasi tersebut tidak bisa menyelamatkan Pirlo. Di akhir musim, sang legenda klub dipaksa angkat kaki dari Allianz Stadium.

Berbekal lima gelar Serie A yang pernah diraihnya, Allegri kini diharapkan bisa mengembalikan Si Nyonya Tua ke takhta tertinggi. Apalagi, empat dari lima gelar itu diraih pelatih kelahiran 11 Agustus 1967 tersebut bersama Juventus.

Selain gelar, garansi diberikan allenatore 53 tahun itu melalui rekor statistik kemenangan. Allegri sebagaimana data Opta memenangkan 142 dari 190 pertandingan Serie A selama tujuh tahun terakhir. Itu berarti Allegri memiliki 74,7% persentase kemenangan.

Itu adalah persentase kemenangan tertinggi seorang pelatih di lima liga top Eropa. Mantan pelatih AC Milan itu mengalahkan catatan Manajer Manchester City, Pep Guardiola yang meraih 140 kemenangan dalam 190 laga The Citizens (73,6 persen).

“Siklus baru telah dimulai, apa yang lewat adalah sejarah. Ada tujuan baru untuk dicapai. Saya bangga Juve memanggil saya kembali dan para fans menunjukkan dukungan yang positif. Tetapi mulai 22 Agustus, kami harus meraih poin,” kata Allegri di situs resmi Juventus.

Allegri menegaskan, Juventus memiliki DNA juara dan menyadari ekspektasi tinggi penggemar kepadanya. “Kejuaraan berikutnya akan sangat sengit, selain Inter ada Milan, Napoli, Roma, dan Lazio. Yang terpenting adalah hasil. Hal yang terpenting adalah konsistensi dalam apa yang kami hasilkan,” tegas Allegri.

Sang pelatih juga mengakui ada banyak pelatih bagus di Serie A musim ini. Selain itu, ia menganggap Inter Milan yang menyandang status juara bertahan akan menjadi favorit. Namun, pria asal Livorno itu memastikan Juventus akan siap bersaing.

“Kami harus membuat rencana yang akan membawa kami memenangkan kejuaraan. Liga Champions pasti menjadi tujuan semua tim. Untuk sementara ini, kami harus melewati paruh pertama. Tim dengan pertahanan terbaik telah menjadi juara tahun ini, itu sebabnya kami akan fokus untuk memperkecil kemungkinan untuk kebobolan,” jelasnya.

Menyambut periode kedua Allegri, Juventus dikait-kaitkan dengan sejumlah nama. Mulai dari Manuel Locatelli, Kaio Jorge, hingga Miralem Pjanic yang kabarnya tertarik kembali ke Italia. Meski begitu, hingga malam tadi, Juventus belum mendatangkan satu pun pemain baru.

Pelatih legendaris Italia, Giovanni Galeone mengatakan, situasi ini kurang ideal bagi Allegri. Menurutnya, mantan anak asuhnya itu membutuhkan dukungan di pasar transfer untuk membeli setidaknya tiga pemain. Termasuk bek tengah dan gelandang.

“Secara pribadi, saya memiliki beberapa keraguan, karena Juventus tidak terlalu meyakinkan di bursa transfer. Jadi, Juve harus membelikannya bek tengah kiri tanpa berpikir sama sekali,” kata pria berusia 80 tahun itu di Radio Kiss Kiss.

Terlepas dari itu, Allegri cukup yakin timnya saat ini bisa bersaing.  “Ada banyak anak muda di sini, mereka akan menjadi nilai tambah dan juga untuk masa depan klub. Kemudian ada pemain yang lebih berpengalaman, seperti Chiellini, Bonucci dan Ronaldo. Merekalah yang akan menjadi contoh bagi anak-anak muda,” ujarnya.

“Cristiano adalah seorang juara yang hebat dan orang yang cerdas. Kemarin saya berbicara dengannya. Saya mengatakan kepadanya bahwa ini adalah tahun yang penting dan dia memiliki tanggung jawab yang lebih besar, karena tim ini masih muda,” lanjutnya.

Presiden Juventus, Andrea Agnelli dalam sesi perkenalan pelatih kemarin malam menjelaskan, mereka mengontrak Allegri bukan untuk ambisi mengulangi apa yang sudah dia menangkan sebelumnya. “Mungkin, rentetan gelar Serie A yang dia menangkan adalah sesuatu yang mustahil untuk disamai,” jelas Agnelli di Omnisport.

Terkait penunjukan Allegri sendiri, Agnelli yang memecatnya dua tahun lalu menyatakan itu bukan karena persahabatan mereka. “Tetapi karena Allegri memiliki kredibilitas untuk menjadi pelatih yang baik. Saya tidak ingin berbicara tentang masa lalu lagi, saya mau berbicara tentang masa depan saja. Kontrak kami bersama Allegri adalah empat tahun, ini adalah bukti dari kepercayaan,” tandasnya. (amr)

Bagikan berita ini:
10
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar