PSI Minta Hakim Miskinkan Juliari Batubara

Jumat, 30 Juli 2021 11:18

Mantan Mensos Juliari P. Batubara menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan tuntutan 11 tahun penjara bagi mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara, terdakwa korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Juru Bicara Bidang Hukum DPP PSI, Ariyo Bimmo menyatakan, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa yang sepatutnya mengerti mengenai dampak korupsi terhadap bantuan sosial di masa pandemi.

“Terdakwa memiliki pengetahuan yang memadai tentang bergantungnya keselamatan calon penerima bansos ini terhadap setiap rupiah yang akan diterimanya. Dari mulai perencanaan sampai dengan pelaksanaan. Perbuatan terdakwa sudah mencederai rasa keadilan masyarakat,” kata Bimmo melalui penyataan tertulis, Jumat (30/7).

Dia mengutarakan, tuntutan 11 tahun penjara tidak merefleksikan harapan masyarakat dan keinginan negara, untuk memastikan penanganan Covid-19 berjalan seefektif mungkin. Dia menegaskan, seharusnya Juliari diberikan pemberatan pidana.

“Hukuman seumur hidup cukup pantas untuk memperlihatkan negara tidak main-main dalam menangani kondisi pandemi ini,” ujar Bimmo.

Bimmo menegaskan, perbuatan Juliari Batubara dilakukan pada titik rawan penanganan pandemi. Seharusnya bisa melewati masa-masa awal penyebaran Covid 19 ini dengan lebih tenang.

Bagikan berita ini:
7
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar