Demokrat Sulsel Polisikan Wamendes PDTT Budi Arie, Diduga Sebar Berita Bohong dan Fitnah

Sabtu, 31 Juli 2021 16:38

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah resmi melaporkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi di Polda Sulsel, Sabtu (31/7/2021).

Budi Arie Setiadi diadukan atas dugaan perbuatan menyebarkan kebohongan dan fitnah untuk menimbulkan kebencian pada Partai Demokrat dan mahasiswa, serta pencemarkan nama baik.

Dalam pengaduannya, Ni’matullah menyertakan bukti berupa tangkapan layar (screenshot) laman Facebook atas nama Budi Arie Setiadi yang memuat karikatur fitnah tersebut.

“Postingan yang diunggah pada tanggal 24 Juli 2021 pukul 11.53 WIB tersebut membuat kesan seolah-olah Partai Demokrat menjadi dalang demo mahasiswa yang tidak terjadi,” kata Ni’matullah dalam keterangannya kepada fajar.co.id.

Ni’matullah menyatakan, sebagai pejabat publik, Wamendes Budi Arie Setiadi seharusnya dapat mengklarifikasi kepada kader Partai Demokrat secara langsung sebelum memuat konten fitnah dan mencemarkan nama baik ini.

“Dengan demikian, Wamendes Budi Arie Setiadi melanggar UU no 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana pasal 14 dan 15 dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun; UU no 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27, 28 dan pasal 45 dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun dan atau denda Rp 750 juta,” jelasnya.

Polisi berjanji akan menindaklanjuti laporan ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sejauh ini Wamendes Budi Arie Setiadi masih tidak menghapus postingan fitnah tersebut dan menolak menjelaskan mengapa ia justru menyebarluaskan fitnah, padahal dalam lingkup tugas pokok dan fungsinya sebagai Wakil Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,

“Budi Arie Setiadi masih mempunyai setumpuk pekerjaan yang belum selesai. Saat ini pandemi Covid-19 menyebar luas di pedesaan dan merenggut banyak nyawa, angka putus sekolah siswa di desa-desa meningkat akibat tidak mampu mengikuti pembelajaran jarak jauh serta ekonomi pedesaan ambruk sejak pandemi dimulai Maret 2020 lalu,” pungkasnya. (dra/fajar)

Bagikan berita ini:
6
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar