Menteri Tidak Kompak, Demokrat : Indonesia Sulit keluar dari Krisis

Sabtu, 31 Juli 2021 10:54

Syarief Hasan/ist

FAJAR.CO.ID,JAKARTA Para menteri Kabinet Indonesia Maju seringkali mengeluarkan pernyataan yang kontraproduktif dan berbeda satu sama lain di tengah situasi sulit karena Pandemi Covid-19. Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mendorong Presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi.

Sebelumnya, pernyataan berbeda disampaikan Menko Marver Luhut Binsar Panjaitan dengan Menko PMK Muhadjir Effendy. Teranyar, antara Menkopolhukam Mahfud MD dengan Luhut.Mahfud menyebut bahwa pemerintah enggan meminta bantuan ke negara lain. Pernyataan ini bertolak belakang dengan pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar yang menyebut pemerintah telah meminta bantuan kepada negara-negara sahabat antara lain Singapura dan Cina.

Politisi Demokrat ini menilai, pernyataan Mahfud yang menyebut enggan meminta bantuan mungkin ingin menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu mengatasi Covid-19. Sekalipun kondisi negara sangat memprihatinkan.Syarief Hasan juga menyebut, hubungan baik antara Indonesia dengan berbagai negara mesti dipupuk dengan baik.

“Pemerintah harus menjaga hubungan baik dengan negara lain, khususnya negara yang telah membantu penanganan maupun vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Jangan sampai pernyataan-pernyataan yang kontraproduktif dan terkesan tidak butuh, membuat negara lain enggan membantu Indonesia di tengah situasi darurat Covid-19,” bebernya.

Bagikan berita ini:
9
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar