Situs Sekretariat Kabinet Diretas, Roy Suryo Minta Dua Lembaga Ini Bertindak

Sabtu, 31 Juli 2021 12:59

Roy Suryo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Situs resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) yakni setkab.go.id diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ahli telematika, Roy Suryo ikut merespons peretasan tersebut. Menurutnya kasus peretasan website resmi pemerintah bukan kali ini saja terjadi.

“Viral Situs Resmi SetKab diretas & diubah tampilannya jadi Olok2an (spt th 2015 pernah),” tulis Roy Suryo di akun Twitternya, Sabtu (31/7/2021).

Dirinya juga mengungkit kasus bocornya data BPJS Kesehatan dan BRI Life.

Untuk itu, mantan kader Partai Demokrat itu meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bertindak.

“Sekalilagi, setelah kasus Bocornya Data BPJS-Kes & BRI-life kemarin, kinerja Instansi2 terkait pantas dipertanyakan. Kominfo & BSSN harus segera bertindak,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono membenarkan bahwa situs Setkab telah diretas oleh oknum.

“Iya dihack oleh orang,” ujar Heru kepada JawaPos.com, Sabtu (31/7).

Adapun situs setkab.go.id menjadi wadah untuk menginformasikan kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga para menteri di Kabinet Indonesia Maju tersebut.

Diketahui, situs setkab.go.id menampilkan foto seorang demonstran yang tengah memegang Bendera Merah Putih.

Foto itu diketahui berasal dari aksi demonstrasi di Gedung DPR pada 2019 silam. Demonstran yang terfoto adalah seorang siswa Sekolah Menengah Atas yang nampak memegang bendera Merah Putih di tengah lontaran gas air mata.

Tak ada opsi untuk memilih laman lain dalam tampilan web Setkab yang diretas. Di bawah foto, tertulis bahwa ia diretas oleh Zyy Ft Lutfifake.

Peretas menuliskan narasi bahwa kekacauan tengah terjadi dan Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Ia merujuk pada kebijakan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan mengharuskan warga tinggal di rumah. Ia menyebut masyarakat stres dan depresi akibat hal ini.

“Penguasa menikmati dunianya sendiri dengan gaji yang mengalir setiap hari. Di mana keadilan di negara ini?” tulis peretas itu.

Peretas juga menyebut Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa, namun sila 2 hingga 5 tak ada perubahan.

Berikut pernyataan lengkap peretas dalam situs Sekretariat Kabinet di setkab.go.id:

“Kekacauan Dimana-mana, Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja. Rakyat Harus Dirumah Tanpa Ada Dispensasi Dan Kompensasi Apapun Yang Membuat Rakyat Indonesia Merasa Stress Dan Depresi. Penguasa menikmati Dunia nya sendiri Dengan Gaji Yang Mengalir Tiap Hari. Di mana Keadilan Di Negara Ini. Pancasila,” tulis peretas tersebut.(msn-jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
5
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar