Digoyang, PM Muhyiddin Yassin Menunda Sesi Rapat Parlemen

Senin, 2 Agustus 2021 17:20

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (Bernama)

FAJAR.CO.ID, MALAYSIA — Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin tak mau berspekulasi. Dia memutuskan menunda sesi rapat parlemen yang seharusnya berlangsung hari ini (2/8). Dengan penundaan itu, oposisi tak bisa melakukan voting mosi tidak percaya kepada pemimpin 74 tahun tersebut. Belakangan, seruan agar Muhyiddin meletakkan jabatannya memang menguat.

Tidak jelas kapan sesi parlemen dimulai kembali. Alasan pembatalan sesi itu adalah penularan Covid-19. Kementerian Kesehatan menyebut gedung parlemen berisiko. Kamis (29/7), ada 11 kasus yang terdeteksi di antara para staf dan pekerja di parlemen.

Oposisi mengajukan mosi tidak percaya sebelumnya. Mereka yakin Muhyiddin menjadikan penularan Covid-19 sebagai alasan saja. ’’Krisis politik harus segera diselesaikan. Krisis konstitusional ini juga mesti segera diatasi,’’ cuit legislator UMNO Ahmad Maslan, seperti dikutip Associated Press. UMNO adalah partai terbesar di aliansi pemerintahan Muhyiddin, tapi sudah menarik dukungannya.

Hal senada diungkapkan Anwar Ibrahim, pemimpin oposisi. Dia merasa PM telah melanggar konstitusi dan menghina institusi kerajaan. Itu terkait dengan pencabutan aturan darurat Covid-19. Hal itu dilakukan tanpa mengumumkan kepada rakyat maupun memberi tahu Raja Malaysia Sultan Abdullah Ri’ayatuddin. Padahal, yang memiliki kewenangan pencabutan adalah raja. ’’Kami tidak punya pilihan selain meminta PM untuk mundur,’’ tegas Anwar, seperti dikutip The Star.

Bagikan berita ini:
9
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar