Pengakuan Warga yang Dipersulit Surat Rujukan Isolasi di Asrama Haji Sudiang: Saya Tidak Pernah Menolak Ditracing

Senin, 2 Agustus 2021 22:22

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pihak puskesmas di Makassar membantah telah mempersulit surat rujukan untuk isolasi di Asrama Haji Sudiang.

Salah satu karyawan swasta, Ridwan Marzuki (38), yang mengaku dipersulit, mengatakan, ia sebenarnya tidak ingin berpolemik. Pada dasarnya ia mendukung semua upaya penanggulangan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah, sepanjang melalui kajian matang.

“Saya termasuk pasien Covid-19 yang sempat bergejala. Gejala itu yang mengantarkan saya swab di PKM Pampang, Rabu, 28 Juli,” kata Rido, Senin, (2/8/2021).

Ia menyebutkan, hasilnya keluar pada Kamis malam, 29 Juli. Keesokan harinya pun ia meminta rujukan ke Asrama Haji, namun tak diberi dan diarahkan isolasi di Kapal.

Adapun soal tidak mau di-tracing, Rido mengaku tidak pernah menolak. Namun ia tak bisa memaksa para mahasiswa yang tinggal bersamanya untuk ikut swab.

“Silakan ke rumah jalankan prosedur tracing. Tapi, saya gak isolasi di rumah itu. Bujuklah para mahasiswa yang tinggal di rumah itu, untuk ikut swab. Jangan membebankan kepada saya untuk meminta mereka yang mendatangi PKM,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
5
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar