Puskesmas Diduga Persulit Surat Rujukan Asrama Haji, Danny: Harus Ada Bukti PCR

Senin, 2 Agustus 2021 21:30

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menanggapi adanya puskesmas yang diduga mempersulit surat rujukan isolasi ke Asrama Haji Sudiang.

Danny mengatakan, untuk isolasi di kota, pihaknya sudah menetapkan sebuah Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Yang pertama adalah harus terbukti positif. Positif boleh PCR,” kata Danny Pomanto sapaan akrabnya, Senin, (2/8/2021).

Ia menyebutkan, apa yang terjadi dari berita yang kemarin adalah yang bersangkutan hanya menelepon. Kemudian pihak puskesmas ingin membuktikan bahwa yang bersangkutan positif atau tidak.

Lanjut kata Danny, ketika yang bersangkutan dipanggil ke puskesmas, ternyata menolak untuk datang.

“Kemudian pihak puskesmas mengatakan apakah anda positif, iya positif. Apakah anda bisa membuktikan bahwa anda positif dengan PCR, tidak ada PCR nya. Maka diajaklah ke puskesmas tapi dia tidak mau,” ujarnya.

Menurutnya, itulah yang diartikan bahwa puskesmas tidak memberikan izin untuk masuk ke Asrama Haji.

“Sebenarnya itu masalahnya. Karena puskesmas tidak akan berikan surat jika tidak ada bukti PCR,” imbuh Danny.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pampang, Dr Sugi saat dihubungi juga membenarkan bahwa warga bernama Wawan yang telah terkonfirmasi positif dengan OTG tidak mau ditracking dan tidak mau dikunjungi, cuman minta dirujuk ke Asrama Haji untuk menjalani Isolasi Mandiri.

“Dia tidak mau ditraking, tidak mau dikunjungi, cuma lewat telpon minta dirujuk ke Asrama Haji. Untuk mengeluarkan surat rujukan, tentunya perlu dilakukan pemeriksaan,” beber Dr. Sugi.

Padahal, berdasarkan, Surat Keterangan dengan nomor: 440/875.1/DKK/VII/2021 tertanggal 28 Agustus 2021 tertanda Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Andi Hadijah Iriani hasil pemeriksaan swab PCR Ridwan dinyatakan positif.

Diberitakan sebelumnya, Salah satu karyawan swasta, Ridwan Marzuki (38), mengatakan, dirinya dinyatakan positif sejak tanggal 28 Juli 2021 lalu.

Ia meminta rujukan di Puskesmas Pampang untuk bisa di isolasi di Asrama Haji Sudiang. Namun, pihak puskesmas mengaku hanya bisa memberi rujukan Isolasi Apung. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
6
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar