Calon Hakim Agung Nyatakan Pengurangan atau Penambahan Hukuman Terpidana Korupsi Hal yang Lumrah

Selasa, 3 Agustus 2021 17:37
Calon Hakim Agung Nyatakan Pengurangan atau Penambahan Hukuman Terpidana Korupsi Hal yang Lumrah

Ilustrasi calon hakim agung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Calon Hakim Agung Dwiarso Budi Santiarto menyatakan, pengurangan hukuman atau penambahan hukuman pada terpidana korupsi merupakan suatu hal yang biasa atau sudah lumrah. Dia menyebut, hal tersebut harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Misal, perkara Tipikor dakwaan Pasal 2 atau Pasal 3 kemudian terbukti. Dalam menjatuhkan pidana, hakim tidak mempertimbangkan empat kriteria (kerugian keuangan negara, masalah keuntungan yang diterima, kemudian berat-ringannya), kalau itu tak dipertimbangkan tentu diperbaiki oleh pengadilan tingkat banding,” kata Dwiarso saat menjalani seleksi wawancara CHA, Selasa (3/8).

“Sehingga di situ bisa nampak bahwa ada penurunan, ada juga penambahan. Hanya saja, sekarang yang lebih populer atau lebih jadi berita kalau itu terjadi penurunan atau diskon tadi, imbuhnya.

Kepala Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) ini menyatakan, dirinya secara pribadi tidak bisa memberi komentar, jika belum membaca secara utuh pertimbangan putusan. Karena dalam menjatuhkan pidana, hakim yang baik tentu mempertimbangkan segala hal yang terkait dengan perkara. “Tidak sedemikian gampang untuk menurunkan,” cetus Dwiarso.

Bagikan berita ini:
5
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar