Dua Kekuatan Besar di Balik Kasus Munarman, Novel Bamukmin: Ini Kedok Komunis Gaya Baru

Selasa, 3 Agustus 2021 14:31

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap Pengacara Rizieq Shihab, Munarman. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin blak-blakan membongkar kekuatan besar di balik kasus Munarman.

Dia terang-terangan menyebut rezim kesetanan di kasus Munarman.

Novel masih menampik tudingan Munarman terlibat dalam kasus dan gerakan terorisme di Indonesia.

Dia justru menyebut ada kekuatan besar yang memang sedang bermain di kasus Munarman.

“Rezim sudah diduga kesetanan dan pengaruh cukong komunis yang kuat,” kata Novel Bamukmin kepada GenPI.co, Selasa (3/8).

Dua kekuatan itu sangat kuat sehingga tidak mampu lagi mendengar wakil rakyat bicara.

Novel dalam hal ini, memang mengaku telah memberikan klarifikasi dan bukti kepada anggota DPR Habiburokhman.

“Saudara Habiburokhman pun sudah menyampaikan pendapatnya bahwa Munarman sangat jauh terlibat (terorisme),” katanya.

Pentolan 212 ini lantas kembali menyinggung rezim yang menurutnya sudah membuat gaduh dan memecah belah bangsa.

Novel bahkan mencap mereka anti-Pancasila dan antiagama.

“Yang mana Pancasila dan agama justru dipakai untuk menutupi kedok yang diduga komunisme gaya baru,” katanya. (genpi/fajar)

Bagikan berita ini:
8
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar