Polda Sumsel Dinilai Kurang Cermat, Natalius Pigai: Marwah Negara Jatuh

Selasa, 3 Agustus 2021 07:57

Natalius Pigai

Itu berawal dari komunikasi antara Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri dengan Prof Dr dr Hardi Darmawan yang merupakan dokter keluarga Akidi Tio.

Dalam komunikasi pada 23 Juli itu, ada pembicaraan mengenai bantuan uang sebesar Rp2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Palembang, Sumatera Selatan.

Sumbangan tersebut, jelasnya, merupakan pemberian dari keluarga Akidi Tio.

Akan tetapi Supriadi menegaskan, sumbangan itu bukan atas nama Kapolda Sumsel, melainkan secara perorangan.

Supriadi juga menegaskan bahwa Irjen Eko Indra Heri sama sekali tidak mengenal Heriyanti.

Kapolda, sambungnya, hanya mengenal Akidi Tio dan putra sulungnya, Ahong, yang kini tinggal di Aceh.

Semua sumbangan itu juga sudah disampaikan kepada mereka yang berhak.

“Rencananya bantuan ini akan disalurkan melalui bilyet giro,” terangnya di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021) sore.

Akan tetapi, sampai pada waktunya, bilyet giro ini ternyata belum bisa dicairkan lantaran ada hal teknis yang harus diselesaikan lebih dulu.

Bagikan berita ini:
1
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar