REI: Bank Kurang Peka Krisis yang Dialami Masyarakat

Selasa, 3 Agustus 2021 10:05

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aturan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terbilang ketat. DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel pun mendorong perbankan memberi kelonggaran aturan persetujuan KPR.

Sekretaris DPD REI Sulsel, Malik Ibrahim mengatakan, aturan untuk mendapatkan kredit saat ini, sangat ketat. Banyak user mengalami penolakan saat mengajukan kredit.

“Terlihat, bahwa calon user yang diutamakan adalah karyawan atau pegawai yang memiliki fix income. Calon yang non fix income, sangat banyak aturannya. Itulah yang kami dorong supaya bank sedikit melonggarkan aturan,” ujar Malik kepada FAJAR, Minggu, 1 Agustus.

Belum lagi terkait aturan dari Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3). “Syukur-syukur Si Petruk (Sistem Pemantauan Konstruksi, Red) masih ditunda sampai akhir tahun,” tambahnya.

Ia berharap, permintaan untuk melonggarkan aturan kredit dapat didengar, sehingga sektor properti tetap dihidupkan. Apalagi, banyak sektor terkait didalamnya. Jika calon user dipersulit dengan aturan kredit, maka banyak yang akan terdampak.

“Kalau ini jalan, saya kira ini juga bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Banyak sektor yang bisa kembali hidup. Toko-toko semua masuk properti, ada karyawannya. Belum lagi tukang-tukang bisa dipekerjakan kembali,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
2
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar