Dapati Sejumlah Masalah di Isolasi Apung, Wali Kota Salahkan Pelni

Rabu, 4 Agustus 2021 21:51

Simulasi Akhir Isolasi Apung di KM Umsini beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mendapati sejumlah masalah di Isolasi Apung KM Umsini yang telah beroperasi selama tiga hari.

Sejumlah masalah tersebut seperti adanya kecoa di atas Kapal, ketersediaan wifi yang belum memadai, dan air yang sempat tak mengalir.

Danny mengatakan, sebenarnya hal tersebut menjadi tanggungjawab PT Pelni, sesuai kontrak yang berlaku. Sehingga, ia langsung menghubungi Kepala Cabang Pelni untuk mengoordinasikan masalah tersebut.

“Jadi yang pertama menyangkut basis kehidupan orang, seperti air, toilet dan ada kecoa. Nah ini kan sebenarnya bukan urusan kita, karena itu sudah masuk dalam perjanjian dengan Pelni bagian dalam kontrak kami,” tutur Danny, Rabu (4/8/2021)

Ia menyebutkan wifi dan audio di atas kapal tidak berfungsi. Padahal, ketersediaan wifi dan audio dianggap penting, untuk menunjang program isolasi apung.

“Kan ada kegiatan senam, tapi bagaimana caranya kalau tidak ada soundsystemnya. Nah makanya saya perintahkan bawa televisi sama soundsystem,” katanya.

Lanjut kata Danny, dari awal pihaknya memang berencana untuk membawa wifi dan kelengkapan lainnya. Akan tetapi, pihak PT. Pelni mengatakan jika kelengkapan tersebut, sudah tersedia di atas kapal.

“Sebenarnya dari awal sudah saya suruh begitu, tapi diperjanjian dikatakan bahwa wifi bisa dipakai, apa semua. Tapi ternyata wifinya mereka lemah, saya sudah dijanji sama infokom hari ini sudah selesai semua,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menerima laporan bahwa tenaga kesehatan yang bertugas di Isolasi Apung terpaksa menginap, karena tidak dijemput.

“Termasuk tadi Nakes, tidak dijemput pulang malam, terpaksa nginap. Orang kan seram rasanya kalau sehat baru nginap di tempat isolasi, karena tidak siap,” ujar orang nomor satu kota Makassar tersebut.

Ia pun meminta kerjasama dengan Angkatan Laut, untuk membantu penjemputan Nakes, dikarenakan kapal milik Pemkot yang tidak muat.

“Ternyata kapalnya Pemkot itu kecil, jadi sudah ada solusinya dibantu sama angkatan laut, termasuk bahan bakarnya apa,” ujarnya.

Danny pun memastikan bahwa masalah ini akan bisa diselesaikan selama beberapa hari ke depan.

Danny juga menyebutkan, beberapa fasilitas lainnya seperti 100 alat pancing telah disiapkan. Selain itu, bantal, sepray dan selimut akan sangat dibutuhkan oleh pasien.

Terkait jumlah peserta Isolasi Apung, Danny membeberkan bahwa jumlahnya berkurang tiga, dari total 93 orang.

Sehingga, kata Danny, pihaknya akan terus menggencarkan tracing, untuk memisahkan antara pasien postif dengan yang tidak.

“Ini tadi malam baru ketebang tiga, jadi artinya harus betul-betul mencari ini barang. Pekerjaan terbesar itu mencari, karena kita harus betul-betul memisahkan antara yang sakit, dengan yang sehat,” imbuhnya.

Ia pun menegaskan perlunya berjuang bersama. Sehingga ia mengaku telah menyampaikan kepada Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman persoalan bagaimana memisahkan orang sakit dan sehat di rumah. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
4
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar